SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Kematian Babi di Matim Mencapai 680 Ekor

Iklan

 


Ignasius Tulus
8 Jan 2021, 17.32 WIB
News

Kematian Babi di Matim Mencapai 680 Ekor

 

Foto ternak babi. (Ist/Merdeka)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com - 
Selama tahun 2020, kematian ternak babi di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), mencapai 680 ekor.


Demikian disampaikan Kepala Dinas (Kadis) Peternakan Matim, Maksimus Jujur Nohos, melalui Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan), Rofinus Gurundu, ketika ditemui floreseditorial.com di ruang kerjanya, Jumat (8/1/2020) siang.


Ia menjelaskan, kematian babi di wilayah Kabupaten Matim, sudah mulai terjadi sejak bulan Maret lalu, dimulai dari tiga kecamatan yakni, Kecamatan Borong, Kecamatan Kota Komba dan Kecamatan Rana Mese. 


Ia menambahkan, kematian ternak babi di Matim disebabkan karena positif Virus Hock Collera.


“Kita mengambil sampel dari babi-babi yang mati dan yang sakit, lalu kita kirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar. Hasilnya, ternyata babi kita positif Virus Hock Collera,” ujar Rofinus.


Menurut Rofianus, sejak mengetahui adanya virus tersebut, pihaknya langsung mengeluarkan instruksi agar ternak-ternak yang sakit atau pun yang mati tidak boleh dikonsumsi.


“Ternak yang mati, wajib dikuburkan. Kita sudah sampaikan pengumuman lewat radio dan sering dibacakan di Gereja,” katanya.


Selain itu, pihaknya juga sudah mengambil beberapa tindakan, seperti melakukan pengobatan dan penyemprotan disinfektan pada kandang ternak.


“Untuk Kecamatan Borong, Kecamatan Rana Mese dan Kecamatan Kota Komba, kami sudah lakukan. Setelah kami melakukan tindakan, tingkat kematian babi sangat menurun,” tambahnya lagi.


Sementara itu, untuk diluar kecamatan yang disebutkan Rofinus, pihaknya mengaku mengalami kesulitan untuk melakukan pemantauan.


“Sebenarnya, ini wabah cepat peredarannya karena faktor budaya kita 'julu' (jual-beli daging babi) yang sudah mati itu,” katanya lagi.


Mengakhiri pembicaraannya, Rofinus, meminta masyarakat Manggarai Timur, jika ingin mengonsumsi daging babi, sebaiknya membeli di Pasar Borong. Menurutnya, daging babi yang dijual di Pasar Borong betul-betul daging babi yang sehat.