Advertisement

Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
14 Jan 2021, 13.54 WIB
News

Kematian Bayi di Puskesmas Sita, Kapus: Itu Bukan Kelalaian Petugas Medis

 

Kepala Puskesmas Sita, Aventinus Jamin. (Foto: Ist)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Kepala Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Watu Mori, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), melalui Kepala Puskesmas (Kapus) Sita, Aventinus Jamin, memberikan tanggapan atas pemberitaan media, terkait meninggalnya seorang bayi di Matim, karena diduga akibat kelalaian Petugas Kesehatan (Nakes) di Poskesdes Watu Mori beberapa hari lalu.


Ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/1/2021) pagi, Aventinus, mengatakan, kematian seorang bayi itu bukan karena kelalaian para medis.


“Sebenarnya, kemarin itu bukan kelalaian, tetapi aturan rujuk itu ada beberapa hal yang perlu kita ketahui diantaranya, kita melihat kondisi pasien, pada saat pemeriksaan dari nol bulan sampai sembilan bulan tidak ada masalah, itu dilakukan oleh bidan di Puskesdes Watu Mori, melalui posyandu, dan kunjungan rumah,” jelasnya.


Menurutnya, saat pasien dan keluarganya masuk ke Poskesdes Watu Mori, pada Rabu (6/1/2021), tidak ada tanda-tanda pada pasien untuk dirujuk.


“Karena kalau pasien dirujuk, harus ada tanda tanda risiko tinggi dulu. Seperti darah tinggi, darah rendah, anemia, atau kekurangan energi kronis,” terangnya.


Terkait bayi yang meninggal itu, Aventinus mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum sempat mendatangi rumah duka.


Diberitakan media ini sebelumnya, diduga karena buruknya pelayanan di Poskesdes Watu Mori, sepasang suami istri, Gonsa dan Merli, terpaksa harus kehilangan seorang anak kesayangan mereka.


Saudara kandung Merlin, Rikardus Theo Pantar, kepada floreseditorial.com, mengisahkan, Merlin, berada di Poskesdes Watu Mori selama tiga malam untuk menjalani persalinan.


Pada malam kedua, kata Rikardus, pihak keluarga meminta agar, Merlin, segera dirujuk ke RSUD Ben Mboi Ruteng.


“Malam kedua, saya lihat saya punya saudari tidak bisa buat apa-apa lagi. Melihat hal itu, saya minta petugas kesehatan membuat surat rujukan ke Ruteng. Tapi mereka bilang, tunggu perubahan,” ujar Rikardus.


Mendengar jawaban dari petugas kesehatan itu, kata Rikardus, pihak keluarga pun terpaksa memilih menunggu.

Namun, setelah sekian lama menunggu, lanjut Rikardus, tidak ada perubahan yang terjadi pada Merlin.


“Kemarin, Kamis (7/1/2021) jam 19.00 WITA, saya minta agar dirujuk lagi. Mereka tetap tidak mau. Tadi pagi juga, Jumat (8/1/2021), saya minta agar dirujuk lagi. Mereka jawab belum saatnya,” tambahnya.


Sesaat setelah permintaan itu, lanjut Rikardus, bayi itupun dilahirkan. Usai melahirkan, barulah Nakes di Poskesdes Watu Mori membuat rujukan ke Puskesmas Sita.


Namun tak lama setelah itu, Nakes di Puskesmas Sita menyarankan agar bayi tersebut harus segera dilarikan ke RSUD Ben Mboi Ruteng.