Iklan

FEC Media
20 Jan 2021, 12.46 WIB
Floreseditorial Plus

Kopi Colol, Andalan Ekonomi dan Harga Diri



Menyebut nama kopi, sepertinya selalu identik dengan Manggarai. Hal ini bukan tanpa alasan. Pasalnya, tanaman kopi merupakan salah satu komoditas unggulan dari Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Anda akan dengan mudah menemukan tanaman ini di seluruh pelosok Manggarai.


Karenanya, tidaklah mengherankan bagi orang Manggarai jikalau kopi dijadikan sebagai ikon ekonomi dan harga diri masyarakat Manggarai Raya. Meski demikian, menelusuri asal-muasal tanaman yang satu ini, bukanlah perkara mudah. Tampaknya gampang-gampang sulit menemukan dari mana asal mula tanaman itu sampai ke tanah Manggarai. 


Dikatakan gampang, karena tanaman yang pengembangannya berawal dari Colol, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur itu, mudah kita jumpai. Hampir di semua sudut wilayah potensial, selalu ada tanaman itu. Menjadi sulit, bila kita menelusuri dari mana tanaman itu berasal. Siapa orang pertama yang memperkenalkan tanaman yang mendapat label baru ‘mutiara hitam’ itu di tanah Manggarai?


Tapi yang jelas, tanaman tersebut sudah sangat populer dicintai masyarakat, bahkan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan ekonomi masyarakat setempat. Maka tidaklah mengherankan, dalam Tari Tandak daerah Manggarai Timur, ada syair ‘manga kopi, manga doi’. Artinya, ‘ada kopi, pasti ada uang’. Atau, kalau mau ada uang, ya… tanam kopi.


Syair puji-pujian terhadap tanaman itu, bukan sekadar basa-basi. Bukan pula sekadar pelengkap syair Danding (tarian tradisional Manggarai). Akan tetapi memang benar adanya. Fakta syair Danding ‘manga kopi, manga doi’, sejatinya menunjukkan kepada publik betapa banggannya apabila memiliki tanaman kopi. 


Alm. Paulus Kantor, seorang Petani Kopi Manggarai Timur...........


Ini Merupakan Konten Premium

Jadilah Pelanggan Floreseditorial+ Untuk Mendapatkan Akses Puluhan Berita Setiap Bulannya


LANGGANAN SEKARANG