Iklan

 


Ignasius Tulus
21 Jan 2021, 12.50 WIB
Headline

Kuras Anggaran 20,6 M, Proyek Terminal Tipe A di Kupang Mangkrak

Proyek Pembangunan Terminal Tipe A di Kota Kupang yang diduga Mangkrak (Foto: Ignas Tulus)



Kupang, Floreseditorial.com - Proyek Pembangunan Terminal Penumpang Tipe A senilai Rp. 20,6 Miliar yang berlokasi di Bimoku, Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Mangkrak alias tidak tuntas dikerjakan.


Pasalnya, hingga kini proyek pembangunan terminal bertaraf internasional itu belum juga selesai. Padahal pembangunan terminal tersebut sudah dimulai sejak tahun 2018 lalu.


Informasi yang dihimpun media ini, proyek pembangunan terminal tipe A itu dikerjakan dalam tiga tahap. Namun sayang, meski pengerjaan tahap III sudah selesai, hingga kini pembangunan terminal tersebut belum mencapai 100 persen.


Salah satu penjaga Bassecamp kontraktor pelaksana tahap III PT. Yanti Record menjelaskan, bahwa sudah hampir 6 bulan kontraktor pelaksana tidak melanjutkan pengerjaan terminal itu lagi.


“Sudah hampir 6 bulan tidak kerja lagi,” ujarnya ketika dikonfirmasi.


Sementara itu, Kontraktor pelaksana tahap III PT. Yanti Record, Viktor Sianto, ketika dihubungi floreseditorial.com, membantah informasi yang diberikan penjaga Bassecamp itu.


“Kita akhir kontrak kalau tidak salah November 2020,” ujar Viktor.


Viktor menjelaskan, anggaran tahap III sebesar Rp. 9.260.000.000 yang dikerjakan pihaknya tidak sampai tuntas 100 persen.


“Itu sesuai anggaran tahun 2020 pekerjaannya hanya sampai tahap itu,” jelasnya lagi.


Saat dicecar sejumlah pertanyaan perihal proyek tersebut, ia meminta agar floreseditorial.com mendatangi Kantor Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XIII, Provinsi Nusa Tenggara Timur.


“Mohon maaf pak, untuk informasi lebih pasti mungkin bisa langsung ke balai. Karena saya juga sebenarnya tidak terlalu berhak memberi informasi,” pintanya.


Sementara itu, Kepala BPTD NTT hingga kini belum berhasil ditemui. 


Floreseditorial.com sudah berusaha mendatangi kantor BPTD NTT dua kali. Namun informasi yang diperoleh media ini dari security dikantor itu, Kepala BPTD NTT sedang  tidak ada di Kantor.