Advertisement

Rian Laka
7 Jan 2021, 17.23 WIB
Politik

Kursi Wabup Ende, PDI Perjuangan Hargai Etika Politik

 

Foto: Ilustrasi (net)

Ende, Floreseditorial.com - Dari tujuh Partai Koalisi, Marsel-Djafar, yakni Golkar, PDI Perjuangan, NasDem, PKB, Demokrat, PKS dan PKPI, hanya PDI Perjuangan dan PKS yang tidak mengusung Kader Internal Partai untuk merebut kursi Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Ende.


Ketua DPRD Kabupaten Ende, Fransiskus Taso, kepada media ini, Kamis (7/1/2021), menerangkan, sebagai salah satu Partai Koalisi Marsel-Djafar Jilid 2, PDI Perjuangan tidak mengusung Kader Internal Partai, karena menjunjung tinggi etika politik. 


"Ya, mengingat Bupati Ende adalah Kader PDI Perjuangan. Tentu meskipun secara regulasi memperbolehkan untuk mengusungkan nama calon dari PDI Perjuangan, tetapi secara etika politik, Wakil Bupati tidak mungkin dari PDI Perjuangan lagi,” tuturnya.


Ia menjelaskan, secara regulasi, Kader PDI Perjuangan tidak dibatasi untuk maju bertarung merebut kursi Wabup Ende. Namun secara etika politik, PDI Perjuangan merasa hal tersebut tidak pantas. Karenanya, terkait kekosongan kursi Wabup Ende itu, PDI Perjuangan tidak mengusung Kader Internal Partai.


Senada, Ketua PKS, Cairul Anwar, kepada floreseditorial.com via telepon, Kamis ( 7/1/2021), mengatakan, tidak ada Kader Internal yang diusung PKS. Harapannya, ke tujuh Partai Koalisi segera mengajukan dua nama kepada Bupati Ende, agar segera diproses oleh DPRD Ende.



"Kita berharap Golkar tidak mendorong dua nama, karena memang kita mengharapkan satu nama, sehingga bisa diproses di Koalisi dan tinggal mencari satu nama lagi untuk segera dikirimkan dan bisa diproses untuk dipilih di DPRD Ende,” ujarnya.


Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu konfirmasi Partai NasDem, yang informasinya mengusung, Erik Rede, sebagai salah satu Kandidat Calon Wabup Ende, namun hingga saat ini SK-nya belum dikeluarkan oleh NasDem.


Sementara untuk PKS, tidak ada calon yang diusung dari Kader Internal Partai. Mereka berharap, Partai-partai yang mengusung Kader Internal, agar segera dibuatkan SK.


"Kita berharap Golkar segera menentukan satu nama, agar bisa diproses di Partai Koalisi,” tuturnya.


PKS mengakui, pihaknya sudah mengantongi satu nama, tetapi belum menentukan nama yang akan didukung dari PKS. 


"Tentunya, setelah dua nama diproses di Koalisi, PKS akan menyampaikan secara terang benderang dukungan PKS ke media. Sampai hari ini, belum ada dari tujuh Partai Koalisi yang mendapatkan SK dari Pusat," terangnya.