Iklan

FEC Media
19 Jan 2021, 16.50 WIB
Floreseditorial Plus

Lubang Menganga Digali Para Pembohong







Demikian salah satu butir penting yang disampaikan ratusan massa Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) St. Agustinus Cabang Ruteng, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manggarai, dan Aliansi Pemuda Reo yang turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana tambang batu gamping dan pabrik semen di Lengko Lolok dan Luwuk, Desa Satar Punda, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu.


Aksi demo PMKRI, GMNI, dan Aliansi Pemuda Reo itu dilakukan saatGubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, beserta rombongannya tengah berkunjung ke Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, tepatnya saat melintasi Jembatan Gongger, Reok, Kecamatan Reo, perbatasan Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.


Dalam pernyataan sikap yang digelorakan Koordinator Umum (Kordum), Patrisius Jenapa, dan Koordinator Lapangan (Korlap), Arnoldus Yansen Pangkur, menegaskan bahwa wilayah Lengko Lolok, Desa Satar Punda saat ini sedang menjadi target rencana penambangan batu gamping. Sementara, wilayah tersebut termasuk alam sekitarnya, merupakan wilayah pegunu-ngan sekaligus pemukiman warga.


Selama ini, tanah Lengko Lolok merupakan lahan produktif yang menjadi sumber kehidupan bagi warga lokal seperti ladang, sawah, dan ternak. Sebagai kelompok masyarakat, warga Lengko Lolok terikat dengan entitas kebudayaan dan adat-istiadat. Hal ini tentu mendukung eksistensi masyarakat Lengko Lolok, di atas kemajemukan bangsa Indonesia.


Merujuk fakta-fakta tentang pertambangan, dapat dikatakan bahwa pertambangan merupakan kegiatan untuk mendapatkan logam, mineral, mangan, emas, batu gamping, batu bara, dan lain-lain dengan cara menghancurkan gunung, hutan, sungai, laut, dan penduduk kampung......


Ini Merupakan Konten Premium

Jadilah Pelanggan Floreseditorial+ Untuk Mendapatkan Akses Puluhan Berita Setiap Bulannya


LANGGANAN SEKARANG