Iklan

Redaksi Flores Editorial
4 Jan 2021, 21.17 WIB
News

Mahasiswa UNTAG Surabaya Laksanakan KKN Mandiri di Labuan Bajo

Sosialisasi tentang covid-19 selama masa KKN Mandiri oleh Mahasiswa UNTAG Surabaya, Gressela Florensia Juliana Wadju. (Foto: Ist)



Manggarai Barat, Floreseditorial.com - Akibat pandemi covid-19, Mahasiswa dari Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya melaksanakan Kuliah Kerja Nayata (KKN) Mandiri sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, beberapa waktu lalu.


Gressela Florensa Juliana Wadju, Mahasiswa UNTAG Surabaya, yang melaksanakan KKN Mandiri di RT.007/RW.005, Desa Gorontalo, Labuan Bajo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), mengatakan, meski dilakukan secara mandiri, KKN tersebut tetap berada di bawah bimbingan dosen dan pihak kemasyarakatan. 


"Mahasiswa diwajibkan untuk melaksanakan kegiatan KKN diwilayahnya masing-masing. Kegiatan ini dilakukan sebagai persyaratan akhir mahasiswa dalam menyelesaikan perkuliahannya," ujar Gressela.


Mahasiswa Program Studi Teknik sipil itu menjelaskan, kegiatan yang Ia lakukan selama masa KKN Mandiri tersebut berupa sosialisasi mengenai covid-19, pembagian masker dan hand sanitizer, serta pembuatan tempat sampah. 


"Sosialisasi mengenai covid-19 dilakukan agar warga setempat lebih mengerti lagi akan bagaimana cara pencegahan dan penyebaran covid-19 tersebut, sehingga membuat warga lebih waspada dan selalu mematuhi protokol kesehatan yang ada," tambahnya lagi.


Sementara itu, terkait pembagian masker dan hand sanitizer, lanjutnya, dilakukan agar warga setempat memiliki kesadaran untuk selalu menggunakan masker jika bepergian keluar rumah dan selalu menggunakan hand sanitizer sebagai pengganti cuci tangan.


"Pengadaan tempat sampah perlu dilakukan karena permasalahan sampah di Labuan Bajo yang sampai saat ini belum terselesaikan dengan baik," jelasnya. 


Ia menambahkan, lingkungan RT.007, Desa Gorontalo belum memiliki tempat pembuangan sampah umum. Sehingga, pihaknya juga memasukkan program kerja pembuatan tempat sampah. 


"Dilihat dari masalah di lingkungan RT.007 yang belum adanya tempat pembuangan sampah umum, menurut Ketua RT.007, maka dari itu dibuatlah beberapa tempat sampah dari drum bekas yang diharapkan nantinya akan digunakan oleh warga RT.007, Desa Gorontalo," tutupnya.