Iklan

Yeremias Yosef Sere
1 Jan 2021, 18.00 WIB
Hukrim

Malam Pergantian Tahun, Warga Kota Uneng Diduga Dapat Semprotan Gas Air Mata

Ilustrasi. (Net)



Sikka, Floreseditorial.com - Tepat di penghujung tahun atau malam pergantian tahun 2021, Jumat (1/1/2021) sekitar pukul 00.00 Wita, warga RT.004 dan RT.005/RW.003, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga mendapat semprotan gas air mata yang tak diketahui dari mana asalnya.


Informasi yang diperoleh floreseditorial.com, sekitar pukul 00.00 Wita, tiba-tiba warga melihat kepulan asap dan mereka merasakan perih pada bagian mata. 


Sementara itu, Rikardus Mikael Sengi, warga RT.004/RW.003, Kelurahan Kota Uneng yang ditemui floreseditorial.com, pada Jumat (1/1/2021) sekitar pukul 01.50 Wita, menuturkan, saat kejadian, dirinya bersama warga lainnya sedang berada di halaman rumah, hendak merayakan pergantian tahun.


"Pada saat kita duduk-duduk di teras rumah, ada gas putih mengepul dari atas lorong, jadi kita kaget dan mau ke sana lihat. Karena tiupan angin, gas itu mengarah ke bawah lorong, terus kena kita punya mata, perih, pedis dan ganggu juga pernapasan. Akhirnya, kami lari ke belakang," terangnya.


Ia menambahkan, akibat kepulan asap tersebut, sebagian besar warga yang bermukim di Lorong Binter, RT.004 dan RT.005, terkena dampak. Ia juga mengaku, akibat asap tersebut, kulit mereka terasa gatal dan perih, serta ada aroma belerang keluar dari asap tersebut. 


Senada, Vertianus Siku, warga RT.004 lainnya, menjelaskan, saat kejadian, dirinya bersama keluarga serta dua anaknya yang masih balita, sedang berada di teras rumah untuk merayakan malam pergantian tahun. 


"Saat itu, kami ada di teras rumah, mau lihat orang main kembang api. Tapi tidak lama, kami rasa mata perih sekali. Pas kami keluar, asap dari atas penuhi lorong, dari atas sampai di sini, napas juga sesak, kami juga tidak tahu itu asap apa," tuturnya.


Ia mengatakan, akibat kejadian tersebut, dua anaknya yakni Selvi dan Bela, yang masing-masing baru berusia dua tahun lebih itu, mengalami sesak napas. 


"Seperti terbakar begitu, dada juga sakit, mata perih, sesak napas sampai tenggrokan juga kering semua," tambahnya.


Menurut keterangan warga lainnya, kejadian tersebut diperkirakan berlangsung sekitar 30 menit. Upaya yang dilakukan warga agar bisa meminimalisir efek perih dan pedis pada mata, juga sesak napas, mereka membasuh muka dan badan menggunakan air. 


Pada saat kejadian, warga tidak sempat mengambil gambar atau video, karena dalam keadaan panik dan merasakan perih pada bagian mata. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti sumber dari gas atau kepulauan asap tersebut.