Advertisement

 


Ignasius Tulus
5 Jan 2021, 18.39 WIB
News

Matim Duduki Posisi Pertama Kabupaten Sekolah Penggerak di NTT

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PdK) Kabupaten Manggarai Timur, Basilius Teto. (Foto: Ignas Tulus)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Sebanyak lima kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ditetapkan sebagai Kabupaten Sekolah Penggerak, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jendral Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Nomor 13993/C/PD/2020 tertanggal 28 Desember 2020.


Diketahui, kelima kabupaten itu yakni Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Kabupaten Rote-Ndao, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Timur dan terakhir adalah Kota Kupang.


Manfaat Program Sekolah Penggerak bagi Pemerintah Daerah (Pemda) yakni, meningkatkan kompetensi SDM Sekolah, mempercepat peningkatan mutu pendidikan di daerah, menjadi daerah rujukan praktik, baik dalam pembangunan Sekolah Penggerak, efek multiplier dari Sekolah Penggerak ke sekolah lainnya dan peluang mendapatkan penghargaan.


Selanjutnya, Program sekolah penggerak akan dilaksanakan dengan lima intervensi yang saling terkait yakni, pendampingan konsultatif dan asimetris, penguatan SDM Sekolah, pembelajaran yang berorientasi pada penguatan kompentensi dan pengembangan karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, perencanaan berbasis data dan digitalisasi sekolah.


Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PdK) Kabupaten Manggarai Timur, Basilius Teto, mengatakan, Matim berada pada posisi pertama Kabupaten Sekolah Penggerak, karena pihaknya menjadi orang pertama yang melakukan sosialisasi Asesmen Kompetensi Minimal.


"Manggarai Timur sudah maju selangkah terkait dengan peningkatan mutu pendidikan," ujar Teto ketika ditemui floreseditorial.com di ruang kerjanya, Selasa (5/1/2020) siang.


Ia menjelaskan, langkah yang dilakukan pihaknya dalam menyukseskan Sekolah Penggerak adalah meningkatkan mutu pengajar.


"Kita lihat gurunya dulu. Karena kunci semua itu adalah guru. Kalau guru kualitasnya bagus, maka semuanya juga bagus," tambahnya lagi.


Teto menambahkan, program selanjutnya yang akan dilakukan adalah meningkatkan mutu guru melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek), serta meningkatkan sarana dan prasarana, mulai dari gedung sekolah hingga menyediakan komputer di sekolah-sekolah.