Iklan


 

FEC Media
14 Jan 2021, 18.36 WIB
HeadlineHukrim

Muhammad Achyar Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penggelapan Aset Negara di Labuan Bajo


Muhammad Achyar, saat akan diamankan pihak Kejaksaan ke Rutan Salemba Jakarta, Kamis (14/1/2021). (Foto: Ist)

Jakarta, Floreseditorial.com – Dugaan adanya keterlibatan Pengacara terkait kasus jual beli aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), akhirnya terjawab.


Muhammad Achyar, salah satu Pengacara muda yang berdomisili di Jakarta, ditetapkan sebagai tersangka, pada Kamis (14/1/2021). 


Dalam foto dan video yang beredar di jejaring sosial, tampak Muhammad Achyar, diamankan oleh pihak Kejaksaan di Tahanan Rutan Salemba, Jakarta.


Achyar, dikenal sebagai Pengacara yang selama ini mendampingi kliennya dalam kasus terkait tanah seluas 30 hektar, yang oleh pihak Kejaksaan dinilai sebagai lahan milik Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mabar.


Muhammad Achyar, pernah menjadi Kuasa Hukum dari Muhammad Adam Djudje, salah satu pihak yang mengklaim kepemilikan lahan tersebut.


Baca JugaKejati NTT ‘Endus’ Keterlibatan Lawyer Dalam Kasus Toro Lema


Pihaknya juga disebut-sebut pernah mengurus proses jual beli bidang lahan itu, dan menyeret nama tokoh nasional.


Pada Kamis (14/1/2021), pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) mengumumkan 17 tersangka yang terlibat dalam polemik tanah aset negara tersebut.


Dari jumlah tersebut, 13 di antaranya disebut berada di wilayah Mabar, 2 tersangka di wilayah Kupang, dan dua lainnya di Jakarta.


Dari 17 tersangka yang ditetapkan Kejati NTT itu, beberapa di antaranya adalah Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dula, Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Mabar, Hj. Andi Riski Nur Cahya, yang juga maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mabar pada Desember 2020 lalu.