Iklan

Jhonatan Raga
16 Jan 2021, 18.38 WIB
Covid-19

Pasien Probable Tim Satgas Covid-19 BPBD Nagekeo Meninggal Dunia

 

Ilustrasi (net)

Nagekeo, Floreseditorial.com - MBV (53), pasien laki-laki, seorang PNS di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, meninggal dunia pada Sabtu (16/1/2021) sekitar pukul 12.10 Wita, di Ruang Isolasi RSD Aeramo, dengan diagnosa kematian Gagal Nafas.


“Kami tegaskan bahwa, Almarhum MBV, adalah pasien dengan kasus Probable, belum terkonfirmasi positif covid-19," ujar Silvester Teda Sada, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Nagekeo.


Ia menjelaskan, pasien sudah menjalani swab test pada Jumat (15/1/2021) kemarin. Hasil pemeriksaan tersebut dikirim ke Kupang hari ini, bersama swab test lainnya, untuk dilakukan pemeriksaan PCR, sehingga dapat ditentukan diagnosa yang tepat bagi almarhum.


Namun, sebagaimana diidentifikasi dalam Buku Pedoman Penanggulangan Covid-19, Silvester mengatakan, karena almarhum masuk rumah sakit disertai gejala kemudian meninggal, maka yang bersangkutan disebut kasus Probable, sehingga penanganan jenazah dan pemakaman disesuaikan dengan protokol covid-19.


“Kita tetap menunggu hasil pemeriksaan PCR-nya, untuk menyatakan Beliau meninggal terkonfirmasi covid-19 atau bukan. Saat ini, Tim Satgas Kabupaten Nagekeo sedang melakukan koordinasi persiapan pemakaman dalam protokol covid-19,” ujarnya.


Diketahui, Almarhum MBV, bekerja di BPBD Kabupaten Nagekeo sebagai pembantu bendahara. Almarhum dikenal sangat giat dalam Tim Satgas Bidang Penanggulangan Bencana, termasuk Covid-19. 



Beliau terakhir bertugas pada Kamis, 7 Januari 2021, ketika Tim BPBD, PUPR, BLUD Spam bersama DPRD, melakukan survey lapangan terkait longsor pada ruas Jalan Olakile – Nagerawe, Kecamatan Boawae.


Almarhum tidak sampai lokasi survey. Hanya sampai di tengah jalan, depan Kantor Lurah Olakile dan minta pulang bersama rekannya karena kurang enak badan.


Sejak Jumat (8/1/2021), alamarhum sudah tidak berkantor karena sakit. Surat Keterangan Dokter per 11 Januari 2021, menyebut diagnosanya Demam Typhoid.


“Kabar kepergiannya membawa duka buat keluarga dan para sahabat, termasuk Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Nagekeo. Kita semua berharap sambil berdoa, almarhum meninggal karena sakit bawaan, dan benar-benar bukan covid-19,” tukas Silvester.