Advertisement

 


Valerius Isnoho
7 Jan 2021, 18.43 WIB
Pertanian

Penyaluran Pupuk di Tahun 2021 Berbasis Kartu Tani

 

Ilustrasi Kartu Tani (net)

Manggarai, Floreseditorial.com - Penyaluran pupuk pada tahun 2021 di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), harus berbasis Kartu Tani.


Hal itu disampaikan Kabid Penyuluhan Prasarana dan Sarana Pertanian (PPDSP), Yuliana T. Setia, di ruang kerjanya, Kamis (7/1/2021).


“Untuk proses Kartu Tani, urusan Bank Negara. Tapi dalam hal ini, untuk wilayah Kabupaten Manggarai, yang mempertanggung jawabkan itu Bank BRI Cabang Ruteng,” jelasnya.


Ia menjelaskan, penyaluran pupuk tahun 2021, berdasarkan surat dari Kementerian Pertanian, bagi petani yang belum mendapatkan Kartu Tani, tetap dilakukan penyaluran pupuk menggunakan format yang disiapkan Menteri Pertanian RI.



"Mulai tahun 2021 ini juga, kami terapkan aplikasi Elektronik Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (ERDKK), dan itu kami sudah input dan sinkron dengan aplikasi Menteri Pertanian. Dan tugas kami sekarang sebagai Dinas Pertanian, sebagai penyaluran pupuk, juga sudah melakukan tugas itu untuk input semua data yang diminta. Jadi total semua NIK yang kami input itu 38.948 NIK,” jelasnya.


Ia menyampaikan, pada tahun 2021 ini, pihaknya mengajukan permintaan pupuk sangat tinggi seperti, Pupuk Urea 5.202.110 kg, Pupuk Za 4.380.299 kg, Pupuk SP36 307.452 kg, Pupuk NPK 10.113.343 kg dan Pupuk Organik 6.825.506 kg.

Permintaan tersebut disesuaikan dengan luas lahan yakni 45.275 Ha. 


"Ini yang diinput dalam Elektronik Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok," katanya.


Menurutnya, harga pupuk tahun 2021 mengalami kenaikan seperti, Pupuk Urea dari Rp 1.800 menjadi Rp 2.500 per kg, SP36 dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.300 per kg, NPK masih di posisi Rp 2.300 per kg, sedangkan Pupuk Organik Rp 500 kg menjadi Rp 800 per kg.


Ia berharap, permintaan pupuk di tahun 2021 oleh Menteri Pertanian dapat direalisasikan semua sesuai permintaan.