Iklan

Redaksi Flores Editorial
4 Jan 2021, 07.53 WIB
News

Perjuangkan 732 Alsintan untuk NTT di Tahun 2020, Ansy Lema: Saya Akan Terus Berjuang

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si. (Foto: Ist)


Jakarta, Floreseditorial.com – Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema, S.IP, M.Si berhasil memperjuangkan 732 unit alat mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung pembangunan pertanian di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) selama Tahun 2020. Berbagai jenis bantuan hasil kerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kementan) itu telah dibagikan kepada para petani di mayoritas Kabupaten di NTT berdasarkan usulan Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL). 


“Selama tahun 2020, saya mendatangkan 732 alsintan untuk NTT. Berbagai alsintan tersebut merupakan jawaban langsung atas aspirasi para petani di NTT saat saya turun menjaring aspirasi. Aspirasi tersebut kemudian saya teruskan dalam rapat bersama Kementan. Syukur puji Tuhan, Kementan menanggapi aspirasi tersebut dengan mengirimkan berbagai jenis alsintan kepada para petani di NTT,” ujar politisi muda PDI Perjuangan yang akrab dipanggil Ansy Lema tersebut di Jakarta, Sabtu (2/1/2021). 


Dari total 732 unit alsintan, sebanyak 671 unit adalah hasil kerja sama Ansy dengan Direktorat Prasarana dan Sarana (PSP) Kementerian Pertanian. Rincian alsintan dari PSP Kementan sebagai berikut: 2 unit Excavator, 12 unit Traktor Roda Empat, 74 unit Traktor Roda Dua, 20 unit Cultivator, 50 unit Mesin Penyemprot Hama, 510 unit Pompa Air, 2 unit Rota Tanam, dan 1 Traktor Roda Empat Multiguna. 


“Sementara itu, saya juga bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (TP) Kementan untuk mendatangkan alsintan pasca panen. Dari 51 unit alsintan tersebut diantaranya: 20 unit Power Therster, 14 unit Pemupil Jagung, 2 unit Combine Harvester besar, 2 unit Combine Harvester Multi, 2 Unit Combine Harvester Sedang, 1 Unit Combine Harvester Kecil, 5 Unit Power Threster Multiguna, 10 Unit Power Threster Multiguna Mobile, 5 Unit Corn Sheller Mobile,” papar Ansy. 


Berbagai bantuan tersebut sudah didistribusikan kepada para petani di hampir seluruh kabupaten di NTT. Bantuan dibagikan kepada kelompok petani berdasarkan usulan CPCL. Tidak hanya memberikan bantuan kepada petani di Daerah Pemilihan NTT II, Ansy juga mengaku memberikan  bantuan sebisa mungkin ke wilayah Dapil I NTT. 


“Saya minta maaf bila belum menjangkau semua saudara-saudaraku kelompok tani. Itu karena, wilayah pertanian di NTT sangat luas. Tapi kami akan berkomitmen untuk menjangkau sebanyak mungkin kelompok. Kepada kelompok penerima bantuan alsintan, saya berharap agar menggunakan alsintan tersebut sebaik-baiknya. Jaga, rawat, dan cepat perbaiki bila ada tanda-tanda kerusakan,” kata Ansy. 


Ansy menjelaskan, berbagai bantuan alsintan tersebut bertujuan mendukung pembangunan pertanian di NTT. Saat ini, teknologisasi pertanian modern berkelanjutan mendorong penggunaan alsintan untuk memudahkan kerja serta menghemat waktu dan tenaga para petani NTT. Itulah alasan Ansy setuju mendorong-memperjuangkan penggunaan alsintan pra maupun pasca panen. 


“Saat ini, mekanisasi pertanian melalui alsintan tidak hanya digunakan pada lapangan/lahan pertanian (on farm) tetapi juga pada kegiatan pasca panen pengolahan. Para petani perlu dibantu alsintan agar menggenjot produktivitas pangan,” kata Ansy. 


Adapun total harga berbagai bantuan tersebut mencapai puluhan miliar rupiah. Harga 2 Excavator misalnya mencapai Rp. 3.062.000.000 (Tiga Miliar Enam Puluh Dua Juta Rupiah). Ataupun harga 12 unit Traktor Roda Empat mencapai Rp. 5.076. 000.000 (Lima Miliar Tujuh Puluh Enam Juta Rupiah). 


“Puluhan miliar rupiah adalah angka yang fantastis. Kalau bukan sebagai anggota DPR RI, saya tidak mungkin bisa membantu rakyat NTT dengan uang sebanyak ini. Terima kasih kepada rakyat di NTT, terutama konstituen Dapil II yang telah memilih saya untuk mewujudkan panggilan hati agar turut aktif membangun NTT dari sektor pertanian,” lanjutnya. 


Mantan dosen dan aktivis ini menyatakan perjuangan selama tahun 2020 belumlah cukup. Karena itu, ia selalu bersedia untuk berdiskusi dengan rakyat. Bahkan, dirinya berinisiatif menjemput-menyerap aspirasi, terbuka terhadap kritik, saran konstruktif agar sebagai Wakil Rakyat dapat terus memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat NTT dan Indonesia. 


"Kita tidak boleh cepat puas, masih ada beberapa tahun bagi saya di DPR RI untuk terus memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat NTT. Saya membutuhkan dukungan, kritik, serta doa dari saudara-saudara sekalian untuk menjadi juru bicara masyarakat NTT di Senayan. Saya berkomitmen untuk menjadi pendengar, pembicara, sekaligus pekerja yang baik,” tutupnya.