Iklan

Adrianus Paju
15 Jan 2021, 12.27 WIB
Pendidikan

Proses Pembelajaran di Awal Tahun 2021 Harus Sesuai SKB Empat Menteri


Sosialisasi Panduan Pembelajaran Tatap Muka Semester Genap Tahun Pelajaran 2020-2021, bertempat di Ruangan Kelas SMAN 2 Cibal Barat, Kamis (14/1/2021). (Foto: Adrian Paju)

Manggarai, Floreseditorial.com - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Cibal Barat, Kabupaten Manggarai menggelar Sosialisasi Panduan Pembelajaran Tatap Muka Semester Genap Tahun Pelajaran 2020-2021, bertempat di Ruangan Kelas SMAN 2 Cibal Barat, Kamis (14/1/2021).


Kegiatan tersebut merupakan upaya lanjutan Lemabaga Pendidikan se-Indonesia, terkait proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada awal tahun 2021, agar dilaksanakan sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yakni, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri, Nomor 04/KB/2020, Nomor 737 Tahun 2020, Nomor HK.01.08/Menkes/7093/2020, Nomor 420-3987 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19).


Kepala SMAN 2 Cibal Barat, Yustus Brahi, pada kesempatan itu menjelaskan, meski sejauh ini di Kecamatan Cibal Barat belum ditemukan kasus covid-19, sesuai SKB Empat Menteri, pihak sekolah tetap mensosialisasikan kepada para stakeholder, terkait pelaksanaan pembelajaran di masa pandemi covid-19, terutama pola kegiatan pembelajaran yang diselenggarakan mulai semester genap awal Januari 2021.


"Sejauh ini, untuk Kecamatan Cibal Barat belum ada temuan kasus covid-19. Karena itu, pihak sekolah memulai proses yang ada dengan mengadakan sosialisasi SKB Empat Menteri terlebih dulu, dan juga Instruksi Gubernur Nusa Tenggara Timur, serta Instruksi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nusa Tenggara Timur," ungkap Brahi.


Ia mengatakan, kegiatan tersebut penting dilakukan, sebab proses penyelenggaraan pendidikan di masa pandemi covid-19 saat ini tergantung situasi dan kondisi yang terjadi, sehingga penerapan SKB Empat Menteri menjadi dasar hukum pelaksanaan proses pembelajaran semester genap untuk setiap satuan pendidikan, dengan sistem penerapan pola yang diterapkan berdasarkan zona kecamatan.


"Berbeda dengan sebelumnya. Jika proses pembelajaran yang dilakukan itu tergantung dengan Zona Tingkat Kabupaten, untuk sekarang ini, prosesnya akan dibuat berdasarkan SKB Empat Menteri, yang mencakupi pemetaan zona berdasarkan kecamatan. Dan hal ini tentunya sangat baik, karena telah menggali sampai pada tingkat kecamatan," jelasnya.


Ia menambahkan, dari hasil kesepakatan, para siswa akan melakukan PTM dengan sistem silang, melalui dua metode yakni, tatap muka dengan sistem shift (diatur berdasarkan kelas pagi dan siang) dan tatap muka dengan sistem silang (diatur berdasarkan tingkatan kelas). Kesepakatan tersebut ditandai dengan dibuatnya Nota Kesepakatan bersama orang tua murid.