Advertisement

Rian Laka
12 Jan 2021, 12.19 WIB
Politik

Rebut Kursi Wabup Ende, NasDem Minta Dukungan Hanura

 

Pengurus Partai NasDem saat Silahturahmi Politik ke Kantor Dewan Pimpinan Cabang Hanura Ende. (Foto: Rian Laka)

Ende, Floreseditorial.com - Dalam agenda memperbincangkan kekosongan kursi Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Ende, Partai NasDem Ende yang dipimpin, Erikos Emanuel Rede, didampingi dua Pengurus Partai, Fian Moa Mesi dan Yohanes Don Bosco Rega, melakukan silahturahmi ke Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura. 


Pantauan media, dalam perbincangan yang berlangsung pada Senin (11/1/2021) itu, Erikos Emanuel Rede, secara terang-terangan mengungkapkan niatnya kepada Ketua Partai Hanura, Didimus Toki, beserta tiga Pengurus Partai Hanura lainnya, bahwa pihaknya bersedia maju bertarung merebut kursi Wabup Ende.


“Apapun risikonya, sebagai Kader Partai yang tulus dan taat terhadap Instruksi Partai, saya siap maju bertarung merebut kursi Wakil Bupati Ende,” tutur Erik.


Ia berharap, seluruh jajaran Pengurus Partai Hanura dapat mendukung dirinya menjadi salah satu Calon Kandidat Wabup Ende. 


“Kedatangan kami sebagai Pengurus Partai NasDem ke Kantor DPC Hanura, tidak lain selain meminta dukungan penuh dari Partai Hanura, untuk seyogyanya dapat merekomendasikan nama saya untuk berproses di Partai Hanura sebagai Calon Wabub Ende," kata Erik Rede dalam pertemuan di Kantor DPC Hanura Ende tersebut.


Senada, Juru Bicara Partai NasDem, Fian Moa Mesi, kepada media ini, menuturkan, mewakili Ketua Partai, Partai NasDem sudah memutuskan untuk mendorong Kader Internal. 


Fian mengatakan, tentunya jika sudah maju, targetnya pasti menang. Karenanya, silahturahmi dengan Partai Hanura merupakan itikad baik Partai NasDem, menghargai dan menghormati Partai Hanura, sebagai salah satu Partai yang berhasil merebut empat kursi di DPRD Ende, tetapi berada di luar Koalisi.


Selain itu, Partai NasDem menghendaki bahwa Partai Hanura dapat memberikan dukungan kepada, Erik, untuk maju bertarung sebagai Calon Kandidat Wabup Ende. Sehingga, Partai Hanura menjadi bagian dari kekuatan Partai NasDem.


“Sejauh ini, dari tujuh Partai Koalisi Marsel-Djafar, minus Golkar, Partai NasDem sudah melakukan komunikasi politik dengan lima Partai. Diantaranya, PKPI, PKS, Demokrat, PDIP, PKB,” ungkapnya.


Ia menambahkan, menyangkut SK dari Pengurus Dewan Perwakilan Pusat (DPP) NasDem, masih dalam proses. Hari ini, suratnya sudah dikirimkan ke DPP NasDem melalui Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) NasDem. 


“Pastinya satu atau dua hari ini lagi, SK usungan Erikos Emanuel Rede, akan turun dari DPP NasDem dalam waktu dekat. Setelah SK turun, kami akan serahkan kepada teman-teman Partai yang mendukung Kader Partai NasDem. Ini silahturahmi awal. Intensnya nanti setelah proses di DPRD Ende sudah berjalan,” terangnya.


Ia meyakini, dengan pola pendekatan selama ini, Partai NasDem optimis akan menang dalam pertarungan merebut Kursi Wabup Ende. Karena pernyataan lisan yang disampaikan selama ini oleh Partai lainnya, akan mendukung NasDem.


Sementara itu, Ketua DPC Partai Hanura, Didimus Toki, mengatakan, pihaknya mengapresiasi Partai NasDem yang telah membangun komunikasi politik dengan baik. Hal itu tentunya dalam rangka mengisi kekosongan Wabub Ende, dengan tujuan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Ende.


“Sebagai Ketua Partai, selanjutnya saya akan lakukan komunikasi dengan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura. Jadi prinsipnya, siapapun yang akan membangun silahturahmi, kami akan hargai,” terangnya.



Ia menuturkan, ketika Partai NasDem datang dan mengusungkan nama, Erik Rede, sebagai Calon Kandidat Wabub Ende, secara otomatis, Partai Hanura akan mengagendakan satu nama tersebut.


“Paling lama setelah hasil komunikasi saya dengan Pak Ketua DPD Hanura. Karena proses itu setingkat mekanisme di Partai Hanura. Jadi apapun komunikasi politik, secara mekanisme Partai, harus dikomunikasikan dengan tingkat DPD," ucap Didimus Toki.


Ia menambahkan, keputusan dukungan paling lambat tujuh hari pasca pertemuan tersebut, Tentunya, keyakinan itu berdasarkan hasil survei dan kajian sejauh mana Partai NasDem membangun komunikasi dan lobi politik dengan Partai Koalisi lainnya. 


Ia melanjutkan, Partai Hanura bukan salah satu Partai Koalisi. Sehingga, kajian itu menjadi dasar menghasilkan keputusan.


“Sejauh ini, dari pendekatan yang dilakukan oleh beberapa kandidat, kalau orang perorang sudah dilakukan. Tetapi itu terjadi di tiga bulan lalu. Seingat saya, pendekatan secara pribadi yakni, Stef Tani Temu dan Herry Wadhi. Namun secara formal melalui Strukrur Partai, hanya Partai NasDem yang mempunyai etika dan prinsip,” jelasnya.