Iklan

Adrianus Paju
16 Jan 2021, 16.17 WIB
Hukrim

Reka Ulang Kasus Penganiayaan di Cibal, Terduga Pelaku Peragakan 16 Adegan

 

Proses rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan di Cibal, bertempat di area parkir Gedung Mapolres Manggarai, Sabtu (16/1/2021). (Foto: Adrian Paju)

Manggarai, Floreseditorial.com - Dugaan kasus penganiayaan hingga meregang nyawa, Agustinus Tonuk (46), pria asal Golo, Desa Golo, Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat, 1 Januari 2021 lalu, masih terus berlanjut.


Setelah 16 hari terduga pelaku diamankan di Mapolres Manggarai, Kepolisian Resort (Kapolres) Manggarai melalui Kepolisian Sektor (Kapolsek) Cibal, menggelar rekonstruksi dugaan penganiayaan oleh terduga pelaku, Ervansius J. Endi (27), terhadap korban, bertempat di area parkir Gedung Mapolres Manggarai, pada Sabtu (16/1/2021).


Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton Widyodigdo, melalui Humas Polres Manggarai, Ipda I Made Budiarsa, kepada Wartawan mengatakan, pelaksanaan rekonstrusi ulang dugaan penganiayaan yang dilakukan hingga menyebabkan korban meninggal dunia itu, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: 01/I/2021/Polada NTT/Sek Cibal, tanggal 1 Januari 2021 lalu. 


Selain itu, rekonstruksi tersebut juga dilakukan untuk mendapat gambaran tentang suatu kejadian tindak pidana yang terjadi, dan untuk kepentingan pemeriksaan kembali, melengkapi berkas perkara serta pengembangan penyidik. 


Ia mengatakan, dalam proses rekonstruksi tersebut, sebanyak 16 reka adegan diperagakan terduga pelaku terhadap korban dengan saksi-saksi.


Hingga kini, kasus dugaan penganiyaan tersebut masih dalam proses pengembangan penyidik. Sementara pihak keluarga korban menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak Kepolisian, dan berharap kasusnya berjalan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.


Pantauan Wartawan, rekonstruksi dipimpin langsung oleh Kapolsek Cibal, IPTU Heribertus D. E. Edot, didampingi Kanit Reskrim Polsek Cibal, Melkianus Moin Fani, Kanit Intelkam Polsek Cibal, Bripka Anang M. Zainudin, yang diperankan oleh terduga pelaku bersama saksi, serta disaksikan langsung oleh pihak keluarga korban, mulai pukul 10.00 sampai 11.00 Wita.


Proses rekonstruksi yang dilakukan mulai reka adegan pertama hingga ketujuh, diselimuti kesedihan medalam pihak keluarga korban. Isak tangis Istri dan Ibu serta keluarga korban, pecah saat masuk pada reka adegan kedelapan, di mana terduga pelaku memukul korban pada bagian leher, yang disaksikan Ibunya sendiri, hingga jatuh terkapar dan akhirnya meninggal dunia.


Pantau media, proses rekonstruksi hingga akhir adegan berjalan aman terkendali. Sekitar pukuy 11.30 Wita, Istri dan Ibu serta keluarga korban meninggalkan Mapolres Manggarai.