Iklan

 


Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
21 Jan 2021, 13.34 WIB
News

Sampah di Kawasan Hutan Lindung Danau Rana Mese, Begini Kata Kepala UPTD Persampahan Matim

Kepala UPTD Persampahan Kabupaten Manggarai Timur, Ireneus Wale Wasi (Foto:Ist)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Menumpuknya sampah di sekitar kawasan Hutan Lindung, Danau Rana Mese, membuat Kepala UPTD Persampahan Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Ireneus Wale Wasi, angkat bicara.


Ia mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan camat, dan Pemerintah desa atau kelurahan setempat untuk melakukan pengawasan bersama di sekitar kawasan tersebut.


“Perlu dilakukan pengawasan bersama di sekitar kawasan tersebut,” katanya, Kamis (21/1/2020).


Dirinya menyesalkan, tingkah masyarakat, yang kerap menjadikan kawasan hutan lindung danau Rana Mese sebagai tempat pembuangan sampah.


“Terimakasih atas informasi yang disampaikan media, kedepan kita akan melakukan pengawasan bersama di kawasan itu,” ungkapnya.


Diberitakan media ini sebelumnya, tumpukan sampah di bahu Jalan Trans Flores Ruteng - Borong, tepatnya di Bea Nekes, kawasan hutan lindung yang berbatasan dengan Desa Bangka Pau, Kecamatan Lamba Leda Selatan, atau di pintu masuk Kawasan Hutan Lindung Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), tampak berserakan dan mengganggu kenyamanan masyarakat yang melintasi jalan tersebut.


Andre, salah satu pengendara motor yang ditemui floreseditorial.com di lokasi tersebut, Rabu (20/1/2021), mengatakan, pihaknya sangat prihatin dengan keadaan tersebut, apalagi tumpukan sampah itu berada di Jalan Trans Flores. 


"Sangat tidak nyaman dan mengganggu. Apalagi sampah itu mengeluarkan bau yang tak sedap," katanya.


Selain itu, Yon, pengendara lainnya, mengatakan, keberadaan sampah di pinggir jalan itu sangat tidak baik untuk lingkungan, apalagi berada di kawasan hutan lindung yang seharusnya terlihat asri dan bersih.


"Semoga ada solusi dari pemerintah terkait keberadaan sampah ini. Misalnya dipasang papan imbauan atau tong sampah yang layak," ungkapnya.


Pantauan media, Rabu (20/1/2021), tumpukan sampah plastik, kaca dan kardus bekas, tersebar di beberapa titik di dalam Kawasan Hutan Lindung Rana Mese.