Iklan

 


Ignasius Tulus
27 Jan 2021, 18.29 WIB
News

Sampah Menumpuk di Jalan Menuju Kampus UNMUH Kupang

Sampah rumah tangga berserakan di tepi jalan menuju Kampus UNMUH Kupang. (Foto: Ignas Tulus)


Kupang, Floreseditorial.com - Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tampaknya masih saja terlihat kumuh dan kotor.


Pasalnya, di sejumlah titik di Ibu Kota Provinsi NTT itu, masih didapati banyaknya sampah rumah tangga yang tidak terurus, berserakan di tepi jalan. 


Pantauan media, sampah-sampah menumpuk dan tidak terurus itu seperti yang terdapat di dekat lokasi Kampus Universitas Muhammadiyah (UNMUH) Kupang, tepatnya di Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, NTT. 


Di lokasi tersebut, tidak terdapat bak penampung sampah atau Tempat Pembuangan Sementara (TPS), namun sampah-sampah tampak menumpuk dan berserakan di tepi jalan.


Pantauan Floreseditorial.com, Rabu (27/1/2021) pagi, di sekitar lokasi itu terdapat kos-kosan mahasiswa, rumah warga dan beberapa rumah makan. Sampah-sampah yang menumpuk tersebut, diduga dibuang oleh penghuni kos-kosan, warga sekitar dan pemilik rumah makan itu.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kupang, Orson Genesnaor, kepada media ini, membenarkan perihal di lokasi dekat Unmuh Kupang itu memang tidak ada TPS untuk sampah.


Ia menjelaskan, sesuai aturan dan prosedur yang ada, masyarakat harus membuang sampah pada TPS.


“Di situ orang buang di tengah jalan. Tidak mungkin kami pergi angkat di situ. Itu fungsinya RT/RW dan Lurah untuk mengatasi,” jelasnya. 


Menurutnya, pihaknya tidak mengangkat sampah-sampah yang ada di tempat itu karena Ia bergerak sesuai ketentuan. Ia mengaku, dirinya sudah mendatangi tempat itu.


“Kami punya armada hanya angkat sampah-sampah yang sudah dibuang di TPS. Dan jam pembuangannya juga sesuai ketentuan sebelum jam enam pagi,” lanjutnya.


Ditanya alasan tidak membuat TPS di tempat itu, Ia menjelaskan, untuk membuat TPS atau menyimpan kontainer pembuangan sampah di tempat itu, harus ada permohonan dari pihak Kelurahan terlebih dahulu.


“Kalau kita langsung simpan kontainer, takutnya pemilik lahan tidak mau. Kami siap dan distribusikan kalau Lurah menyiapkan lahan dan lakukan permohonan kepada kami,” ujarnya lagi.


Ia mengaku, sudah sering kali dirinya membicarakan masalah sampah di Kelurahan tersebut dengan Lurah setempat, namun hingga saat ini, belum ada respon dari pihak Kelurahan.