Iklan

Ignasius Tulus
23 Jan 2021, 12.38 WIB
News

Sebut 'Wartawan Lapar', Executive Director IRCGS Didesak Berikan Klarifikasi

 

Ilustrasi (net)

Kupang, Floreseditorial.com - Sejumlah Wartawan di Kota Kupang, Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mendesak Executive Director Institute of Resource Governance and Social Change (IRCGS), Dominggus Elcid Li, untuk mengklarifikasi sebutan ‘Wartawan Lapar’ yang ditulis dalam opininya di Media Timor Expres, pada 22 Juli 2020 lalu.


Dalam opini tersebut, Elcid Li, membeberkan soal penanganan kasus covid-19 di NTT. Salah satu kutipan dalam opini itu menyebutkan, “Kisah di Kota Kupang lain lagi. Setelah dihantam makelar rapid test kelas teri, plus beberapa wartawan lapar”.


Pernyataan, Elcid Li, itu kemudian mendapatkan kecaman dari sejumlah Jurnalis yang bertugas di Ibu Kota Provinsi NTT, karena dinilai telah menghina profesi Jurnalis atau Wartawan.


Ketua Forum Wartawan NTT, Joey Rihi Gah, kepada Floreseditorial.com, Sabtu (23/1/2021), mengatakan, selain mendesak, Elcid Li, untuk melakukan karifikasi, Forum Wartawan NTT juga mendesak, Elcid Li, meminta maaf kepada Wartawan melalui media yang memberitakan opininya tersebut.


“Elcid Li, harus mempertanggung jawabkan perkataannya. Harus segera klarifikasi dan harus minta maaf kepada Wartawan,” tegasnya.


Joey, mengajak seluruh Wartawan di NTT untuk memboikot seluruh pemberitaan atau peliputan yang mengatasnamakan, Elcid Li, atau IRCGS.