Advertisement

 


Redaksi Flores Editorial
7 Jan 2021, 23.11 WIB
Hukrim

Sengkarut Tanah Negara di Labuan Bajo, Oknum Penegak Hukum Terima Imbalan Rp 150 Miliar

 

Foto: Ilustrasi (net)

Manggarai Barat, Floreseditorial.com - Sengkarut dugaan korupsi aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), terus bergulir.


Dalam penanganan kasus dugaan korupsi dengan kerugian negara ditaksir mencapai Rp 3 triliun itu, pihak kejaksaan telah memeriksa sebanyak 102 saksi.


Dari hasil pemeriksaan dan pengecekan, kejaksaan menemukan adanya aliran dana ke sejumlah pihak, seperti oknum penegak hukum yang memalsukan hak atas tanah.


"Yang bersangkutan telah mengakuinya dengan imbalan sebesar Rp 150 miliar. Ada juga makelar tanah yang mendapat mobil Terios," kata Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Yulianto, kepada Wartawan pada Kamis (7/1/2021), mengutip tempo.co.


Ia menambahkan, ada temuan aliran dana dalam pembelian tanah untuk dua hotel yang berada di atas lahan tersebut. Tanah itu dibeli dengan harga Rp 25 miliar. Namun, dalam Akta Jual Beli (AJB) hanya tertera Rp 3 miliar, sehingga ada selisih sekitar Rp 22 miliar.


"Dana ini yang sedang kami telusuri, sehingga tim kami lagi ke Jakarta untuk mengecek aliran dananya," ujar Yulianto.