Iklan

Yeremias Yosef Sere
13 Jan 2021, 10.42 WIB
Covid-19

Sikka Kembali Terapkan PKM

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo. (Foto: Yeremias Y. Sere)


Sikka, Floreseditorial.com - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menerapkan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), setelah adanya penyebaran melalui transmisi lokal dan jumlah kematian yang meningkat akibat covid-19.


Pemberlakuan PKM dalam wilayah Kabupaten Sikka tersebut dimulai sejak Senin (11/1/2021) hingga Minggu (31/1/2021).


Sebelumnya, Kabupaten Sikka sudah menerapkan hal yang sama 27 Desember 2020 hingga 9 Januari 2021 lalu, guna mencegah dan memutus mata rantai penyebaran covid-19.


Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, pada Senin (11/1/2021), menjelaskan, seluruh aktivitas masyarakat dibatasi sampai pukul 22.00 Wita dan harus sudah berada di rumah masing-masing setelah waktu tersebut. Lanjutnya, di mana pada PKM sebelumnya hanya sampai pukul 18.00 Wita saja.


Ia menambahkan, bagi pelaku usaha, pengelola dan penanggung jawab tempat usaha dan fasilitas umum lainnya, wajib mengikuti protokoler kesehatan, dengan menyediakan tempat cuci tangan, alat pengatur suhu (thermo gun), dan mengatur jarak pengunjung sejauh 1,5 meter.


“Jadi, pelaku usaha pasar, rumah makan, cafe, restoran dan tempat wisata, juga ditutup dari pukul 22.00 Wita. Tetapi untuk pub dan diskotik, akan ditutup pada pukul 00.00 Wita,” jelasnya.


Menurutnya, pub dan diskotik memang hanya beraktivitas di malam hari, sehingga ada sedikit tenggang waktu buat mereka. Disamping Itu, baginya, pub dan diskotik juga bisa mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).


Ia mengatakan, seluruh aktivitas tingkat pendidikan mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi, dilakukan sesuai Surat Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (PKO), Nomor PKO.421.2/45/I/2021 tertanggal 8 Januari 2021.


Lebih lanjut, seluruh aktivitas keagamaan juga dapat dilakukan dengan berpedoman pada Pedoman Umum Pelayanan Ibadat dalam Masa Pandemi Covid-19.


Selain itu, kegiatan pesta, kumpul keluarga, dirayakan sampai dengan pukul 22.00 Wita, dengan tetap mengikuti protokoler kesehatan. Untuk perayaan-perayaan lainnya, baik di rumah maupun di tempat umum, para undangan diatur secara shift dan disesuaikan dengan kapasitas ruangan pesta yang disiapkan.


“Apabila aktivitas pesta tersebut tetap diselenggarakan dengan tidak mengikuti ketentuan yang ada, maka akan dibubarkan secara paksa oleh Tim Patroli Pengamanan ataupun Tim Penegak Covid-19 Kabupaten Sikka,” tegasnya.


Ia mengimbau, kepada seluruh Camat, Lurah/Kepala Desa, RT dan RW agar melakukan pendataan dan pengawasan terhadap para pelaku perjalanan, dengan melakukan koordinasi dengan petugas kesehatan di daerahnya masing-masing.


Sementara itu, lanjutnya, petugas kesehatan yang bertugas di bandara, pelabuhan laut, transportasi darat dan perbatasan kabupaten, juga harus memperketat terhadap keluar masuknya manusia dari dan ke wilayah Sikka.


“Setiap orang yang mau keluar rumah, berinteraksi dengan orang lain atau menjalankan aktivitas lainnya, wajib menggunakan masker, mencuci tangan dan menggunakan hand sanitizer,” pungkasnya.