Iklan

 


Redaksi Flores Editorial
25 Jan 2021, 13.23 WIB
Hukrim

Sindikat Pencurian Gading di Sikka Dibekuk

 

Polisi saat menangkap pelaku pencarian gading. (Foto: Ist)

Sikka, Floreseditorial.com - Tim Buser Reskrim Polres Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) membekuk terduga pelaku pencurian gading, inisial Y, di Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Sikka di Jalan Eltari, Jumat (22/1/20219) sekitar pukul 09.00 Wita.


Tim Buser mengetahui keberadaan, Y, setelah mendapat informasi langsung dari suami, Y, dan segera menuju lokasi Rujab Bupati Sikka. Setelah memastikan, Y, adalah benar orang yang sedang dicari, Tim Buser langsung menangkap, Y. Pelaku langsung digelandang ke Mapolres Sikka, untuk dimintai keterangan. 


“Saya dapat informasi, istri saya sedang dicari Polisi, karena dugaan keterlibatan pencurian gading. Saya omong sama Dia (sang istri), mengaku saja. Tapi Dia tidak mau mengaku. Jumat pagi, saya ke Rujab, Dia ada di sana. Masih tidak mau mengaku, akhirnya saya telepon salah satu Anggota Buser,” ungkap suami Y, Minggu (24/1/2021). 


Informasi yang dihimpun, kronologi kejadian pencurian tersebut bermula ketika, Y, mengajak terduga pelaku lainnya, inisial MA, menuju Kabupaten Flotim, pada Sabtu (9/1/2021).


Mereka berangkat menuju rumah pemilik gading, inisial YK, yang adalah keluarga dari, Y, di Riongkoli, Desa Sinamalaka, Kecamatan Tanjung Bunga.


MA, ditemui di Reskrim Polres Sikka, Sabtu (23/1/2021), mengatakan, dirinya diajak, Y, pergi ke Tanjung Bunga, menggunakan mobil pick up milik, MA.


“Dia (terduga pelaku Y) bilang, kita pergi ambil gading di sana. Ada yang mau beli,” ungkap MA.


Sesampai di sana, YK, sempat memperlihatkan gading tersebut kepada, Y dan MA, sebelum keduanya pamit pulang dan kembali ke Maumere.


MA menambahkan, pada Minggu (10/1/2021), Y, kembali mengajak dirinya ke Tanjung Bunga. Y, meminta, MA, mengajak dua orang lainnya, untuk melancarkan aksi mereka. Mereka berangkat menggunakan mobil Avansa sewaan.


Sindikat ini berhasil mencuri gading dari rumah, YK, di Tanjung Bunga, pada Senin (11/1/2021) sekitar pukul 02.00 Wita.


Usai mengambil satu batang gading ukuran satu meter, empat orang terduga pelaku itu pun langsung bergerak cepat kembali ke Maumere.


MA, yang tinggal di Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, menuturkan, keesokan harinya, Selasa (12/1/2021), seorang terduga pelaku lainnya, inisial H, mendatangi rumahnya.


H, memberikan uang hasil penjualan gading tersebut sebanyak Rp 10 juta kepada, MA. Dari uang Rp 10 juta yang diterima, MA, Ia membagikan lagi uang tersebut kepada, Y. MA sendiri sudah menggunakan jatah uangnya untuk berbagai kebutuhan.


“Masih ada Rp 3 juta, saya mau pakai untuk bisnis advokat,” ujarnya.


Pantauan media ini di Reskrim Polres Sikka, Sabtu (23/1/2021), tampak, Y, sedang diinterogasi di Unit I Reskrim. 


Saat diinterogasi, sempat terdengar bantahan dari pelaku.

Setelah beberapa saat diinterogasi, Y dan MA, kemudian digiring masuk ke Tahanan Mapolres Sikka.


Sementara itu, Buser Reskrim Polres Flotim dan Buser Reskrim Polres Sikka terus melakukan pengembangan di lapangan. Dari hasil pengembangan, Tim Buser berhasil mengamankan dua terduga pelaku lainnya, dan satu orang penadah. Satu batang gading utuh diamankan sebagai barang bukti.