Advertisement

 


Redaksi Flores Editorial
8 Jan 2021, 21.40 WIB
News

Terkait Kerusakan Proyek Jalan Simpang Lima - Lengor, Begini Tanggapan Kadis PUPR Matim

Yos Marto. (Foto: Net)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat(PUPR) Kabupaten Manggarai Timur, Yohanes Marto, akhirnya memberikan tanggapan terkait jalan Simpang Lima-Lengor yang rusak parah meski baru berumur dua pekan.

Melalui sambungan telepon kepada floreseditorial.com, Jumat (08/1/2021),Marto,  menyampaikan, pengerjaan jalan Simpang Lima-Lengor masih dalam proses KDP(Kontruksi Dalam Pengerjaan), dan belum  ada proses PHO (Provincial Hand Over), sehingga masih ada waktu bagi kontraktor untuk memperbaikinya.

Selain itu, Marto mengatakan, pihaknya masih menahan 30 persen dari biaya pengerjaan jalan tersebut dan akan diberikan  jika kontraktor telah memperbaiki seluruh kerusakan yang ada.

“Sekitar 500-600 juta kami tahan. Akan kami berikan usai pengerjaan jalan itu benar-benar telah selesai,” terangnya.

Ia menambahkan, pihak CV.Perintis bersedia memperbaiki ruas jalan Simpang Lima-Lengor pada musim kering mendatang.

Sementara itu, Melkiades A.S,  kontraktor CV.Perintis  yang bertanggung jawab dalam pengerjaan jalan Simpang Lima-Lengor, ketika dihubungi floreseditorial.com, Jumat(08/1/2021) mengatakan, kerusakan pada jalan Simpang Lima-Lengor tidak bisa dihindari, karena postur tanah yang tidak mendukung dan adanya sumber air yang meluap pada badan jalan, sehingga butuh pertimbangan bersama dengan pihak PU Matim terkait kontruksi yang sesuai dengan keadaan tanah sehingga mutu jalan lebih baik.

“Nanti kami harus koordinasi dengan pihak PU Matim, konstruksi model apa yang cocok,mungkin harus pakai rabat nanti,” tandasnya.

Ia berjanji, pihaknya akan memperbaiki seluruh kerusakan yang ada sebagai bentuk tanggung jawab terhadap pekerjaan yang sudah dipercayakan kepadanya.

“Kalau cuacanya sudah bagus, kami akan perbaiki lagi yang rusak itu. Untuk saat ini memang belum  bisa diperbaiki. Kami takut kerja di musim hujan begini karena nanti hasilnya tidak bagus,” tukasnya.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, ruas jalan Simpang Lima-Lengor   mengalami kerusakan.

Padahal usia pakai jalan itu  baru berumur dua minggu.

Wenslaus Tabi, salah seorang warga Desa Teno Mese, mengatakan, kualitas Jalan Kabupaten yang baru selesai dikerjakan tersebut sangat memperihatinkan.

“Baru selesai dikerjakan sekitar dua minggu yang lalu, tapi titik kerusakan ada di mana-mana,” ujar Tabi.

Ia menjelaskan, sejak awal dikerjakan, kualitas jalan tersebut sudah diragukan warga setempat, karena diduga tidak menggunakan batu ukuran 5/7, dan di beberapa titik lokasi tidak didasari telford. Selain itu, menurutnya, buruknya kualitas aspal tersebut disebabkan penyiraman aspal yang dilakukan meski dalam kondisi hujan lebat.

“Bagaimana tidak cepat rusak, lapisan aspalnya tipis sekali dan dasarnya tidak ada telford,” ucapnya.

Ia mengatakan, warga desa setempat beberapa kali memberi teguran kepada para pekerja, yang diduga bekerja tidak sesuai prosedur.

“Kami pernah tegur mereka sementara kerja. Masa mereka siram aspal tanpa membersihkan tanah yang masih melekat di bebatuan. Itu kan aneh. Sementara di tempat lain, orang bersihkan jalannya terlebih dahulu, setelah itu baru disiram aspal. Ada juga warga yang menyampaikan bahwa mereka siram aspal waktu hujan, mungkin karena tidak terima ditegur,” ungkap Tobi.

Dilain pihak, Kepala Desa (Kades) Teno Mese, Zakarias Rimas, kepada media ini, menjelaskan, warga sangat menyesalkan kinerja kontraktor yang tidak sepenuh hati mengerjakan lapen yang menghubungkan Desa Gising dan Desa Teno Mese tersebut.

“Jujur ya, sebagai pengguna jalan, warga Desa Teno Mese sangat menyesal dengan kinerja dari kontraktor ini,” kata Kades Rimas.

Diketahui, proyek pengerjaan Jalan Kabupaten Jalur Simpang Lima – Lengor, dikerjakan oleh CV. Perintis dengan total anggaran sebesar Rp 1.917.954.000, dengan volume pengerjaan jalan 2.150 meter dan 700 meter untuk saluran air. (Gabriel Anggur)