Iklan

Ignasius Tulus
19 Jan 2021, 16.24 WIB
Hukrim

Tersangka Kasus Korupsi Aset Negara di Labuan Bajo Terancam 20 Tahun Penjara

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT saat memberikan Konfrensi Pers kepada Wartawan di Kupang. (Foto: Ignas Tulus)


Kupang, Floreseditorial.com -
Sebanyak 16 orang tersangka dalam kasus jual beli aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), terancam hukuman 20 tahun penjara.


Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Yulianto, mengatakan, ke-16 orang tersangka yang diduga kuat terlibat dalam kasus jual beli aset negara di Labuan Bajo tersebut, dapat dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah menjadi UU Nomor 20 Tahun 2001.


“Yang saya lihat, ada Pasal 2 dan Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi,” ujarnya.


Yulianto menambahkan, tidak menutup kemungkinan akan ada pasal-pasal baru yang ditetapkan oleh Penyidik, terhadap ke-16 orang tersangka kasus tanah di Labuan Bajo, Mabar itu.


“Mungkin akan ditambahkan dengan penyidikan tindak pidana pencucian uang, yang saat ini pasti akan digodok oleh Penyidik,” tambah Yulianto.


Seperti diketahui, dari ke-16 orang tersangka yang telah ditetapkan pihak Kejati NTT, sebanyak 14 orang tersangka telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II Kupang.

Satu orang lainnya yakni, Veronika Syukur, yang sebelumnya belum ditahan karena terkonfirmasi positif covid-19, baru saja tiba hari ini (Selasa, 19/1/2021) di Kejati NTT dan masih dalam proses pemeriksaan.


Sementara satu orang lainnya yakni, Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dula, hingga kini belum ditahan, karena masih menunggu izin dari Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri).