Iklan

FEC Media | Verified Writer
23 Jan 2021, 11.19 WIB
Floreseditorial Plus

Tumbangnya Incumbent di Pilkada Serentak 2020




LONCENG PERINGATAN CALON PETAHANA


Pilkada Serentak yang menjadi bagian dari demokrasi itu sendiri, baru saja kita lewati bersama. Sedikitnya ada tiga kabupaten di daratan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menggelar hajatan politik itu, yakni KabupatenManggarai Barat, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Ngada. 


Di Manggarai Barat sendiri, isu Pilkada menjadi bahan obrolan rakyat selama beberapa bulan jelang hari pemungutan suara tanggal 9 Desember 2020. Argumentasi dan narasi yang dibangun berseliweran di ruang publik. Argumentasi yang saling serang antar sesama pendukung empat Pasangan Calon (Paslon) menghiasi beranda sosial media jelang hari pemungutan suara itu.


Demikian halnya dengan masyarakat Manggarai yang terbelah menjadidua kubu, selama beberapa bulan hingga jelang hari pencoblosan.Dua Paslon yang bertarung yakni, Paslon Petahana Deno Kamelus - Viktor Madur, berhadapan dengan,  Paslon Hery Nabit - Heri Ngabut, sebagai penantang utama. Atmosfir politik di kabupaten induk Manggarai itu semakin terasa panas ketika dalam kampanye, dua kandidat saling serang, yang diikuti oleh para pendukung masing-masing Paslon. Jurang pemisah kedua pendukung semakin terbuka lebar. Masyarakat di akar rumput semakin jelas tersekmentasi antara pendukung Hery atau pendukung Deno.


Dari tiga kabupaten di daratan Flores yang menyelenggarakan hajatan politik serentak tahun 2020 itu, Kabupaten Ngada menjadi satu-satunya kabupaten dengan tensi politik yang boleh disebut adem ayem. Pasalnya, secara komposisi, limaPaslon yang ikut bertarung  itu bisa menurunkan ten-si politik, ketimbang hajatan politik di Manggarai Barat dan Manggarai yang penuh polemik. Selain itu, tingkat partisipasi masyarakat Ngada dalam penyelenggaraan Pemilu juga boleh dibilang baik. Faktor pemberitaan media yang tidak banyak menyoroti isu-isu Pilkada di kabupaten itu, juga bisa menjadi alasan mengapa tensi politik di Ngada tampaknya berjalan normal.


Potret Tumbangnya Petahana di Pilkada 2020


Setelah melewati rangkaian proses Pilkada dari tahap pendaftaran, masa kampanye hingga hari pemungutan suara serta pengumuman perhitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), semua mata tertuju pada siapa Paslon terpilih yang berhasil memenangkan mayoritas dukungan suara masyarakat di tiga kabupaten itu. Berdasarkan data hitung cepat (quick count)yang ditampilkan di website KPU, Paslon Edistasius Endi - Yulianus Wengberhasil memimpin perolehan suara di Kabupaten Manggarai Barat. Perolehan suara Paslon Endi-Weng sempat bersaing ketat dengan Paslon Petahana Maria Geong - Silverius Sukur, yang sempat menggugat dokumen pencalonan Edistasius Endi ke Pengadilan............


Ini Merupakan Konten Premium

Jadilah Pelanggan Floreseditorial+ Untuk Mendapatkan Akses Puluhan Berita Setiap Bulannya


LANGGANAN SEKARANG