Advertisement

Redaksi Flores Editorial
7 Jan 2021, 22.05 WIB
News

Umur Dua Pekan, Proyek Jalan Simpang Lima - Lengor Senilai 1,9 Miliar Sudah Rusak

 

Jalan Kabupaten Jalur Simpang Lima - Lengor, Desa Teno Mese, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, telah rusak parah setelah selesai dikerjakan dua pekan lalu. (Foto: Gabrin Anggur)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Pengerjaan Jalan Kabupaten Jalur Simpang Lima - Lengor di Desa Teno Mese, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga dikerjakan asal jadi. Pasalnya, meski baru berumur dua minggu, kondisi jalan tersebut sudah rusak parah.


Wenslaus Tabi, salah seorang warga Desa Teno Mese, ditemui floreseditorial.com di Lengor, Kamis (7/1/2021), mengatakan, kualitas Jalan Kabupaten yang baru selesai dikerjakan tersebut sangat memperihatinkan, padahal usia pengerjaannya belum sampai sebulan.


"Baru selesai dikerjakan sekitar dua minggu yang lalu, tapi titik kerusakan ada di mana-mana," ujar Tabi.


Ia menjelaskan, sejak awal dikerjakan, kualitas jalan tersebut sudah diragukan warga setempat, karena diduga tidak menggunakan batu ukuran 5/7 dan di beberapa titik lokasi didasari telford. Selain itu, menurutnya, buruknya kualitas aspal tersebut disebabkan penyiraman aspal yang dilakukan meski dalam kondisi hujan lebat.


"Bagaimana tidak cepat rusak, lapisan aspalnya tipis sekali dan dasarnya tidak ada telford," bebernya.


Ia mengatakan, warga desa setempat beberapa kali memberi teguran kepada para pekerja, yang diduga bekerja tidak sesuai prosedur.


"Kami pernah tegur mereka sementara kerja. Masa mereka siram aspal tanpa membersihkan tanah yang masih melekat di bebatuan. Itu kan aneh. Sementara di tempat lain, orang bersihkan jalannya terlebih dahulu, setelah itu baru disiram aspal. Ada juga warga yang menyampaikan bahwa mereka siram aspal waktu hujan, mungkin karena tidak terima ditegur," ungkap Tobi.


Terpisah, Kepala Desa (Kades) Teno Mese, Zakarias Rimas, kepada media ini, menjelaskan, warga sangat sesalkan kinerja kontraktor yang tidak sepenuh hati mengerjakan lapen yang menghubungkan Desa Gising dan Desa Teno Mese tersebut.


"Jujur ya, sebagai pengguna jalan, warga Desa Teno Mese sangat menyesal dengan kinerja dari kontraktor ini," kata Kades Rimas.


Ia mengatakan, warga Desa Teno Mese juga menyampaikan keluhan, terkait material proyek yang hingga saat ini belum dibayar oleh kontraktor.


"Ada beberapa orang warga yang datang mengeluh di saya. Mereka menjual kayu api untuk bakar aspal, tapi sampai saat ini belum dibayar oleh kontraktor," katanya.


Ia menambahkan, pihak kontraktor juga pernah meminta bantuan warga desa setempat untuk membelikan drum aspal dan semen, karena stok persediaan yang dimiliki kontaktor habis. Menurut Kades Rimas, pihak kontraktor berjanji mengembalikan seluruh biaya pembelian barang tersebut, asalkan warga setempat membantu mereka agar pekerjaan tidak terhambat.


"Waktu itu, karena persediaan aspal dan semen habis, mereka minta bantuan dari warga untuk membelikannya. Namun hingga saat ini, dananya belum diganti. Total dana yang mereka pakai sebesar Rp 5.000.000," bebernya.


Ia berharap, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Matim melalui dinas terkait, segera mengambil tindakan dan meminta kontraktor tersebut memperbaiki hasil kerja mereka yang sangat memprihatikan itu.


"Saya berharap semoga Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur segera turun tangan, dengan meminta kontraktor untuk segera memperbaiki jalan yang rusak ini," ungkapnya.


Sementara itu, Anggota DPRD Matim asal Elar Selatan, Gonis Bajang, ketika dikonfirmasi media, Rabu (6/1/2021), menjelaskan, sebagai wakil rakyat, dirinya sangat kecewa dengan kinerja dari kontraktor yang mengerjakan jalan Simpang Lima - Lengor itu.


Menurutnya, DPRD Matim dan Dinas PU Matim, tidak akan memberi ruang bagi kontraktor nakal dalam pelelangan proyek di tahun 2021, maupun tahun-tahun mendatang.


"DPRD dan Dinas PU Matim telah bersepakat dengan pihak kontraktor untuk memperbaiki jalan yang rusak tersebut, pada bulan April yang akan datang. 30 Persen dari dana yang digunakan untuk jalan itu, sudah kami blokir, dan kontraktor harus memperbaiki lagi jalan yang rusak itu," jelas Bajang.


Untuk diketahui, pengerjaan Jalan Kabupaten Jalur Simpang Lima - Lengor dikerjakan oleh CV. Perintis dengan total anggaran sebesar Rp 1.917.954.000, dengan volume pengerjaan jalan 2.150 meter dan 700 meter untuk saluran air (got).


Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas PU Matim yang dihubungi floreseditorial.com, belum memberikan respon meski sudah berulang kali dihubungi. (Gabrin Anggur)