Advertisement

Redaksi Flores Editorial
11 Jan 2021, 17.42 WIB
News

Usai Diberitakan Media, Proyek Lapen di Desa Sipi Akhirnya Dikerjakan

 

Lapen di Desa Sipi, Kecamatan Elar Selatan, Manggarai Timur yang mulai dikerjakan oleh pemerintah desa setempat. (Foto: Gabrin Anggur)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Proyek Lapisan Penetrasi (Lapen) Pemerintah Desa (Pemdes) Sipi, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dianggarkan sejak tahun 2020 lalu, akhirnya mulai dikerjakan, Senin(11/1/2021).


Diketahui, Proyek Lapen tersebut menghubungkan Kapela Stasi Deruk dengan Lapangan Sepak Bola yang ada di Kampung Deruk, Desa Sipi.


Kepala Desa Sipi, Bernardinus Nganggu, ketika ditemui floreseditorial.com, Senin (11/1/2021), menjelaskan, lambatnya pengerjaan proyek tersebut lantaran pihak Pemdes Sipi kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang akan diperkerjakan dalam proyek itu.


"Selama ini kami kesulitan dalam mencari tenaga kerja. Itu yang menjadi masalah utama mengapa proyek ini terlambat dikerjakan,” terangnya.


Terkait jumlah anggaran untuk proyek tersebut, Kades Nganggu, menjelaskan, total anggaran yang digunakan sebanyak Rp 364.977.053 dengan volume pengerjaan 622,28 meter.


Ia menambahkan, seluruh pekerja proyek sudah berada di Desa Sipi dan siap menuntaskan seluruh pengerjaan proyek, yang selama ini menjadi beban bagi pemerintah desa setempat.


"Kemarin mereka datang, dan hari ini mereka sudah siap untuk kerja. Saya berharap, semoga proyek ini diselesaikan tepat waktu, sehingga tidak ada lagi beban bagi kami pemerintah desa,” ungkapnya.


Baca Juga: Dianggarkan Tahun 2020, Lapen di Desa Sipi Tak Kunjung Dikerjakan


Untuk diketahui, sebelumnya warga Desa Sipi mempertanyakan kelanjutan pengerjaan Proyek Lapen di desa tersebut yang tak kunjung dikerjakan, meski sudah dianggarkan  sejak tahun 2020 lalu.


Menurut salah seorang warga Desa Sipi, ketika ditemui floreseditorial.com, Sabtu (9/1/2021), mengatakan, masyarakat Desa Sipi tidak mengetahui anggaran yang digunakan untuk proyek lapen itu, karena tidak adanya papan informasi proyek (papan tender) yang menjelaskan sumber anggaran, volume pekerjaan dan jangka waktu pengerjaan proyek.


"Sampai saat ini, masyarakat tidak mengetahui berapa jumlah dana yang dianggarkan untuk proyek ini, karena tidak adanya papan informasi yang dipasang,” kata salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.


Menurut warga tersebut, material proyek sudah berada di lokasi sejak Agustus 2020 lalu. Meski demikian, memasuki tahun 2021, proyek tersebut tak kunjung dikerjakan.


"Kami tidak tahu apakah ada persoalan sehingga proyek ini tidak dikerjakan,” ujarnya.