Iklan


 

Rian Laka
28 Jan 2021, 12.55 WIB
News

Uskup Agung Ende Hentikan Sementara Perayaan Ekaristi

 
Uskup Agung Ende, Mgr. Vinsensius Sensi Poto Kota. (Foto: Ist)

Ende, Floreseditorial.com - Menyikapi situasi terkini akibat meningkatnya kasus penularan covid-19 di wilayah Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Keuskupan Agung Ende (KAE) mengeluarkan Panduan Pastoral Umat Nomor: 006/KUS/27012021 tertanggal 27 Januari 2021, yang ditujukan kepada seluruh umat katolik se-Keuskupan Agung Ende.


Berdasarkan data yang dihimpun floreseditorial.com, Rabu (27/1/2021), Kebijakan Pastoral Umat tersebut juga merujuk pada data-data dari Tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Ende, serta panduan dan imbauan dari para pihak berwenang di wilayah tersebut. 


Menyadari berbagai bentuk kelalaian umat dalam hal kepatuhan pada protokol kesehatan (prokes), serta turut aktif mencegah laju penularan covid-19, maka Uskup Agung Ende, Mgr. Vinsensius Sensi Poto Kota, mengajak seluruh umat untuk menyepakati, mendukung dan menjalankan Kebijakan Pastoral Umat tersebut dengan penuh iman kebijakan, terkait adaptasi pelayanan pastoral dalam lingkup gareja selama wabah covid-19 yang semakin meningkat. 


Adapun beberapa kebijakan antara lain, mengingat transmisi covid-19 sangat dimungkinkan oleh interaksi dalam pertemuan dan kerumunan, maka semua bentuk perayaan liturgis dan pelayanan sakramen lainnya ditiadakan. 


Selian itu, mengingat tugas pelayanan para imam (Pastor) termasuk hal yang rawan, maka diharapkan agar umat tidak menuntut pelayanan yang berisiko tinggi dari para imam. Namun, para imam wajib merayakan ekaristi harian untuk mendoakan intensi-intensi umat seperti, misa peringatan khusus (misa arwah, ulang tahun, syukuran, dll) yang dapat dirayakan secara terbatas di gereja atau kapela, setelah memastikan adanya jaminan kepatuhan pada prokes oleh semua pihak yang terlibat di dalamnya.
 

Para imam hanya boleh melayani sakramen pengurapan orang sakit kepada yang membutuhkan, dan merayakannya dalam ibadat singkat dengan tetap memperhatikan prokes yang ketat. 
 

"Ibadat pemberkatan jenazah dapat dilayani oleh imam atau katekis/awam terlatih dengan ketentuan khusus, dilaksanakan hanya di rumah saja dan dihadiri oleh keluarga inti (maksimal 20 orang), serta tetap memperhatikan protokol kesehatan lainnya secara ketat. Dan semua bentuk pertemuan pastoral umat pada semua tingkatan, ditiadakan untuk sementara waktu," jelas Mgr. Vinsensius Sensi Poto Kota. 


Selain itu, khusus untuk komunitas Seminari dan Biara-Biara, diizinkan untuk merayakan ekaristi secara amat terbatas (hanya bagi anggota komunitas), demi kepentingan perawatan hidup rohani, sambil tetap memperhatikan prokes. 


“Atas satu dan lain cara yang aman, seluruh umat harus tetap diimbau bahkan diwajibkan agar selalu patuh dalam menerapkan prokes 5M antara lain, selalu mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak fisik sambil nembatasi kegiatan keluar rumah, dan menghindari kerumunan apapun bentuknya. Selain itu, umat juga harus diajak untuk tidak panik agar imunitas (anti body) tidak sampai anjlok,” ungkap Uskup Vinsensius. 


Ia mengimbau, semua umat diharapkan terlibat aktif dalam proses vaksinasi covid-19 yang sedang dan akan dijalankan di wilayah Ende.

 

"Akhirnya, kekuatan doa adalah andalan umat yang percaya pada kasih Yesus Kristus. Maka hiasilah rumah keluarga-keluargamu dengan kebiasaan berdoa lebih sering, agar Allah sendiri yang memperkuat harapan kita akan pemulihan dan pemantapan tatanan kehidupan dengan kebiasaan-kebiasaan yang baru," tukasnya.