Iklan

 


Ignasius Tulus
26 Jan 2021, 22.02 WIB
Hukrim

Veronika Syukur, Tersangka Kasus Tanah di Mabar Dikenakan Pasal Pencucian Uang

 

Sejumlah tersangka saat tiba di Kantor Kejati NTT beberapa waktu lalu. (Foto: Ignas Tulus)

Kupang, Floreseditorial.com - Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) menerapkan Pasal-pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap, Veronika Syukur (VS), salah satu tersangka kasus jual beli aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT.


Demikian disampaikan Kasie Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, kepada Wartawan di Kupang, Selasa (26/1/2021) sore.


Ia menjelaskan, Tim Penyidik Kejati NTT menemukan adanya TPPU dalam kasus jual beli aset negara di Labuan Bajo, Mabar itu.


“Dengan hasil ekspos, Penyidik berkesimpulan untuk menerapkan Pasal-pasal Tindak Pidana Pencucian Uang terhadap tersangka VS. Berkas perkaranya digabungkan, yaitu Tindak Pidana Korupsi dan Tindak Pidana Pencucian Uang,” ujar Abdul Hakim.


Abdul mengatakan, fakta baru ini terungkap saat Penyidik melakukan ekspos perkara, di mana ditemukan barang bukti milik tersangka, VS, yaitu aset-aset yang diduga dibeli dengan menyamarkan indentitas dari hasil Tindak Pidana Korupsi tersebut.


Untuk diketahui, kasus jual beli aset negara di Labuan Bajo itu diduga telah merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,3 Triliun. Atas kasus tersebut, pihak Kejati NTT telah menetapkan 17 orang tersangka termasuk Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dula.


Hingga saat ini, berkas perkara 13 dari 17 orang tersangka sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negera, dan akan segera disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.