Iklan

FEC Media | Verified Writer
25 Jan 2021, 17.13 WIB
News

Warga Desak Pemda Matim Bangun Tanggul Sungai Wae Bobo

 

Sungai Wae Bobo (Foto:Ist)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com – Sungai Wae Bobo di Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), tampak semakin terkikis oleh aliran sungai yang deras. Khawatir hal tersebut akan semakin parah, warga sekitar mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Matim membangun tanggul/tembok penahan abrasi sungai.


Pantauan media, di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Wae Bobo, mulai dari jembatan hulu sampai jembatan hilir bagian timur, belum dibangun tanggul penahan.


Namun, bagian DAS Wae Bobo sebelah barat, mulai dari jembatan hilir (Jembatan Pelangi) sampai di jembatan tengah menghubungkan jalan negara dan di sekitaran Kampung Ponggeok, Kelurahan Rana Loba, sudah dibangun tanggul penahan banjir dan abrasi.


Di bagian yang belum dibangun tanggul, air sungai terlihat sudah semakin mendekati rumah-rumah penduduk dengan jarak sekitar 3-5 meter. Beruntung, aliran air itu tertahan di pohon-pohon yang tumbuh di sepanjang bahu sungai.


Salah satu warga Kelurahan Kota Ndora yang tak ingin dimediakan, Senin (25/1/2021), meminta Pemda Kabupaten Matim segera membangun tanggul, sebab abrasi di sungai Wae Bobo terus terjadi, terutama pada musim hujan seperti saat ini. 


"Klau hujan dan banjir, penduduk di bahu Sungai Wae Bobo sangat khawatir jika terjadi banjir bandang, karena dapat mengancam nyawa dan rumah, serta barang-barang milik penduduk. Ini yang kami minta supaya Pemda bisa memperhatikan kami, dengan membangun tanggul penahan,” terangnya.


Sementara itu, Plt Kepala BPBD Matim, Mikael Jaur, mengatakan, untuk pembangunan tanggul penahan banjir dan abrasi di DAS Wae Bobo, Pemda Kabupaten Matim belum merencanakannya.


"Yang sudah direncanakan pembangunan tanggul yakni, di Sungai Wae Reca," katanya.


Meski demikian, menurutnya, pembangunan tanggul penahan banjir dan abrasi di Sungai Wae Bobo tetap akan diperhatikan oleh Pemda Kabupaten Matim kedepan. Sehingga, pihaknya meminta masyarakat untuk bersabar.