Iklan


 

Valerius Isnoho
12 Feb 2021, 18.06 WIB
Covid-19Headline

25 Siswa SMA St. Klaus Kuwu Positif Corona

 
Ilustrasi (Net)

Manggarai, Floreseditorial.com - Sebanyak 25 siswa SMA St. Klaus Kuwu, di Desa Poco Likang, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) dinyatakan positif virus corona atau covid-19, berdasarkan test rapid antigen, Selasa (9/2/2021).


Juru Bicara (Jubir) Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Manggarai, Lodovikus D. Moa, membenarkan kejadian tersebut. 


“Diketahui terkonfirmasi positif covid-19, informasi ini berawal dari laporan Pembina Asrama terkait keadaan dan keluhahan beberapa orang anak asrama siswa-siswi SMA St. Klaus Kuwu, yang sakit dan mengalami gejala demam, batuk, pilek flu diserta hilangnya indera penciuman,” ujar Moa.


Ia menyampaikan, informasi tersebut diteruskan kepada Kepala SMA St. Klaus Kuwu dan pihak Yayasan, yang selanjutnya berinisiatif melaporkan dan meminta bantuan pihak RS St. Rafael Cancar dan Puskesmas Waembeleng, untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan test rapid antigen, terhadap beberapa anak asrama yang sakit.


“Pemeriksaan kesehatan dan test rapid antigen dilakukan terhadap siswa-siswi penghuni asrama yang sakit, Guru dan Pembina Asrama, pada Selasa (9/2/2021). Dari hasil pemeriksaan kesehatan dan rapid diagnostik test antigen, terdapat 23 orang siswa-siswi penghuni asrama, satu  Guru dan satu Pembina Asrama terkonfirmasi positif covid-19. Sumber awal penularan masih dilakukan penelusuran oleh Tim Satgas Covid-19," jelas Moa.



Terkait langkah-langkah penanganan dan pencegahan demi memutus rantai penularan covid-19, Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai bekerja sama dengan Yayasan, mengambil keputusan agar semua siswa-siswi penghuni asrama yang terkonfirmasi positif covid-19 agar diisolasi dan karantina terpusat di Asrama SMA St. Klaus Kuwu, di bawah pantauan Tim Kesehatan Satgas Covid-19 Puskesmas Waembeleng dan pihak Yayasan.


Bagi siswa-siswi SMA St. Klaus Kuwu yang dianggap sehat oleh pihak Yayasan dan terlanjur dipulangkan ke rumah orang tua, serta seluruh siswa-siswi penghuni Asrama SMA st. Klaus Kuwu, diminta kesadarannya untuk segera melakukan rapid test antigen, wajib melaksanakan isolasi mandiri serta patuhi protokol kesehatan covid-19.


"Pada Rabu (10/2/2021), pihak Puskesmas Timung, Kecamatan Wae Ri’i mendapatkan laporan bahwa ada sejumlah siswa dari SMA St. Klaus Kuwu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Timung, terkonfirmasi positif  covid-19 hasil rapid test antigen. Berdasarkan laporan dari Sekertaris Desa, anak-anak St. Klaus Kuwu yang berasal dari wilayah Puskesmas Timung melakukan rapid test mandiri di Tempat Praktik Swasta dr. Maria, pada Rabu (10/2/2021), dan hasil pemeriksaan ada tiga orang yang terkonfirmasi positif covid-19," terang Moa.


Berdasarkan laporan tersebut, Tim Satgas Covid-19 Puskesmas Timung, telah melakukan kunjungan ke rumah tiga siswa-siswi tersebut, untuk mendapatkan pemantaun dan penanganan kesehatan.


"Sementara pada Jumat (12/2/2021), Puskesmas Wae Kajong juga melaporkan hal yang sama, di mana satu kasus positif covid-19 dari siswa Asrama SMA St. Klaus Kuwu, yang terlanjur pulang ke rumah orang tua," ungkapnya.


Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai telah meminta bantuan Satgas Covid-19 tingkat kecamatan, Tim Kesehatan Puskesmas dan tingkat desa agar melakukan pengawasan atau pemantauan, serta meminta setiap anak SMA St. Klaus Kuwu yang berada di wilayah kerjanya masing-masing, untuk diarahkan dilakukan rapid test antigen, dan diwajibkan melaksanakan isolasi secara mandiri. 


Untuk mempermudah proses pelacakan, selain melalui Satgas Tingkat Kecamatan, Tim Kesehatan di Puskesmas, Satgas Kabupaten, Tim Kesehatan Dinas Kesehatan, akan melakukan rapid test antigen massal, pada Senin (15/2/2021) pukul 10.00 WITA, bertempat di Stadion Golo Dukal.


Untuk diketahui, siswa-siswi penghuni Asrama SMA St. Klaus Kuwu yang berada di asrama hanya Kelas II dan Kelas III SMA. Sementara siswa-siswi Kelas I masih dirumahkan. Kelas II ada 73 siswa, sementara Kelas III ada 74 siswa, sehingga total 147 siswa.