Iklan

Redaksi Flores Editorial
28 Feb 2021, 10.36 WIB
News

78 Buruh Pelabuhan Kelas II Labuan Bajo Mendaftar BPJS Ketenagakerjaan

Ilustrasi. (Net)




Manggarai Barat, Floreseditorial.com - Sebanyak 78 dari 90 orang Buruh yang bekerja di Pelabuhan Kelas II Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mendaftar sebagai peserta Badan Pengawas Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan di Kantor BPJS Cabang Kabupaten Mabar di Labuan Bajo.


Kepala BPJS Cabang Labuan Bajo, Ardi Nugraha Harahap, dalam keterangan yang diterima floreseditorial.com, Minggu (28/2/2021), menyebutkan, saat ini, berdasarkan informasi yang Ia peroleh dari Pengelola Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), pihak TKMB tengah mengumpulkan data para Buruh, untuk mendaftar menjadi Peserta BPJS.


“Memang agak lambat dalam pengumpulan data, sehingga pihak koperasi belum menyetorkan dan menyerahkan ke pihak BPJS Ketenagakerjaan untuk didaftarkan sebagai peserta,” kata Ardi.


Menurutnya, kecelakaan yang menimpa salah satu Mandor Buruh di Pelabuhan Kelas II Labuan Bajo beberapa waktu lalu, mendorong pihak Pengelola TKBM untuk mengumpulkan data para Buruh sebagai Peserta BPJS lebih cepat.


“Hingga hari Jumat (26/2/2021), telah kami terima data 78 orang untuk didaftarkan sebagai peserta,” kata Kepala BPJS Kabupaten Mabar itu.


Pihaknya sangat mengapresiasi kepedulian semua pihak, baik itu Syahbandar, Kadin Mabar, Asosiasi Bongkar Muat, dan Koperasi TKBM yang memiliki niatan tulus terkait perlindungan dan kesejahteraan Pekerja TKBM di Labuan Bajo.


“Ini menunjukkan komitmen para pihak untuk melaksanakan aturan-aturan di Bidang Ketenagakerjaan,” tukasnya.


Untuk diketahui, terkuaknya perihal Buruh Pelabuhan Kelas II Labuan Bajo yang belum memiliki BPJS Ketenagakerjaan itu mencuat ke publik, setelah Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mabar, Charles Angliwarman, menyurati Pengelola TKBM Pelabuhan Kelas II Labuan Bajo, perihal mengendapnya Dana Jaminan Sosial milik para Buruh di pelabuhan tersebut.


Diberitakan media ini sebelumnya, diduga terjadi penyalahgunaan Dana Jaminan Sosial milik para Buruh di Palabuhan Kelas II Labuan Bajo, Kabupaten Mabar, NTT.


Dalam keterangan yang diberikan, Charles, menilai bahwa Ketua TKMB Pelabuhan Kelas II Labuan Bajo harus bertanggung jawab atas mengendapnya Dana Jaminan Sosial milik para Buruh tersebut, yang hingga kini tak jelas pengelolaannya.


“Padahal, pihak pemerintah dan pengusaha sudah menyepaktai Kesepakatan Kerja Bersama (KKB) pada tanggal 10 Juni 2020 lalu, agar Jaminan Sosial termasuk keselamatan kerja para Buruh di Pelabuhan Kelas II Labuan Bajo menjadi prioritas,” kata pria yang juga menjabat Ketua ALFI/ILFA NTT itu.


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Mabar, IPTU Yoga Darma Susanto, saat dihubungi media ini, Jumat (26/2/2021), menjelaskan, pihaknya sudah mendapatkan pengaduan terkait dugaan adanya dana para Buruh di Pelabuan Kelas II Labuan Bajo yang 'disunat' oleh pihak TKBM.


“Kita sudah dapat pengaduan. Kami akan lakukan penyelidikan,” tukas IPTU Yoga.