Iklan

 


Redaksi Flores Editorial
7 Feb 2021, 20.54 WIB
News

Anggaran Dipangkas, Dinsos Matim Tak Bantu Korban Bencana

Kadinsos Kabupaten Matim, Wilhelmus Deo. (Foto: FEC Media)


Manggarai Timur, Floreseditori.com – Memasuki awal tahun 2021, tepatnya pada Januari 2021, Indonesia banyak mengalami musibah. Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) pun tak luput dari bencana alam, seperti longsor yang terjadi di beberapa desa di Kabupaten Matim. Banyak kerugian dialami masyarakat yang terdampak bencana, baik itu moril dan materil. 


Sayangnya, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Matim hanya menyampaikan rasa simpati terhadap korban bencana, pasalnya, Dinsos yang seharusnya tanggap memberikan bantuan kemanusiaan itu, menjadi 'mati gaya' dan tidak mampu berbuat sesuatu untuk masyarakat.


Kepala Dinsos (Kadinsos) Kabupaten Matim, Wilhelmus Deo, kepada media ini, Jumat (5/2/2021), mengatakan, pihaknya turut berduka atas situasi duka yang dialami masyarakat yang terdampak bencana. Namun, mereka saat ini belum bisa membantu langsung para korban, karena adanya pemangkasan anggaran di dinas tersebut.


Untuk diketahui, Dinsos Kabupaten Matim memiliki kegiatan penanganan kebencanaan, yang merupakan salah satu dari lima Standar Pelayanan Minimal (SPM) turunan kementerian yakni, penanganan disabilitas, penanganan lansia, penanganan anak terlantar, gelandangan dan pengemis, perlindungan dan jaminan sosial bagi tanggap darurat bencana.


Pada tahun 2021, Dinsos Kabupaten Matim mengalami pemangkasan anggaran secara besar-besaran, dan hal itu sangat berpengaruh pada progam-program seperti penanganan bencana.


“Untuk saat ini, kami tidak bisa berbuat apa-apa, mendengar keluhan dari masyarakat terdampak bencana, mau menangis juga iya, karena masyarakat sangat membutuhkan bantuan terdesak seperti sembako, dan lainnya,”ujarnya dengan nada sedih.


Anggaran tahun 2021 rupanya sangat-sangat minim, sehingga untuk membantu masyarakat, pihaknya mengalami kesulitan.

Deo mengaku, walaupun sudah berjuang menyampaikan hal tersebut pada rapat DPRD Kabupaten Matim, sayangnya kandas di anggaran. Sehingga, pada tahun ini, Dinsos Kabupaten Matim belum bisa menjawab kepentingan masyarakat terdampak bencana.


Untuk diketahui, pada tahun 2020 lalu, Dinsos Kabupaten Matim masih bisa memberikan bantuan kepada warga terdampak bencana sebesar Rp1.500.000. Lebih jauh, Deo, menjelaskan, disabilitas merupakan salah satu SPM turunan kementrian dan harus dijalankan. Sementara jumlah penyandang disabilitas di Kabupaten Matim pada tahun 2021 sebanyak 1.347 orang, berdasarkan nama dan alamat.


“Pada tahun 2020, dinas telah menjalankan program bantuan untuk 26 orang sebesar Rp 2.000.000. Sementara pada tahun 2021, Dinsos Kabupaten Matim, sesuai kondisi dana yang ada, kita hanya bisa membantu kaum disabilitas sebanyak sepuluh orang dan setiap orang hanya mendapatkan Rp 1.000.000. Hal ini sangat berat sekali rasanya, ya mau bagaimana lagi, anggaran kita sangat minim,” tukas Deo.