Iklan


 

Adrianus Paju
4 Feb 2021, 18.28 WIB
News

Bupati dan Wabup Manggarai Tidak Divaksin, Ini Alasannya

 

Bupati dan Wakil Bupati Manggarai saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kantor Bupati Manggarai. (Foto: Adrianus Paju)

Manggarai, Floreseditorial.com - Bupati Manggarai, Deno Kamelus, dan Wakil Bupati (Wabup) Manggarai, Victor Madur, tidak bisa mengikuti vaksinasi covid-19 tahap pertama yang berlangsung di Kantor Bupati Manggarai, Kamis (4/1/2021) pukul 09.00 WITA.


Kedua tokoh tersebut tidak termasuk dalam daftar peserta dan tidak bisa menjalani vaksinasi covid-19, karena sudah berusia melewati 59 tahun. Untuk yang berumur 60 tahun ke atas, pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan pada tahap berikutnya, dengan tetap melalui empat tahapan pemeriksaan. 


Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai, Asumpta Jone, saat kegiatan tersebut, mengatakan, ada empat tahapan yang harus dilalui dalam proses vaksinasi. Hal tersebut dilakukan karena imun dan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) setiap orang berbeda. Oleh karena itu, kejujuran dalam proses skrining harus dilalui dengan baik. 


“Di sini ada empat meja yang harus dilalui dari pendaftaran hingga pemantauan. Saya sangat berharap bahwa meja ke dua itu adalah meja skrining, ada 16 pertanyaan yang harus diikuti Bapak dan Ibu, mohon dijawab dengan jujur, karena ini ada hubungannya dengan KIPI,” ungkap Asumpta.


Keempat tahapan yang harus dilalui, kata Asumpta, yakni pendaftaran dan verifikasi data, skrining anamnesa dan pemeriksaan fisik, penyuntikan vaksin, dan pemantauan atau observasi KIPI. Sedangkan khusus pemantauan, setiap penerima vaksin wajib menunggu selama 30 menit untuk mengetahui reaksi awal yang muncul setelah vaksinasi, sehingga bila terdapat keluhan akan segera ditangani oleh pihak medis. 


Asumpta menambahkan, Pelaksanaan vaksinasi selanjutnya akan dilakukan sebanyak dua kali, yakni pada tanggal 18 Februari 2021 mendatang.


“Sangat diharapkan untuk tetap menjaga kesehatan, sehingga pada hari yang ke-14 bisa diulang lagi (vaksinasi kedua). Karena jika kita hanya mendapat satu kali pemberian vaksin, tidak ada gunanya," tutur Asumpta.


Adapun penerima vaksin pada tahap pertama tersebut diwakili oleh 17 orang Pejabat Esensial di lingkup Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai yakni Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Manggarai, Soe Flavianus, Dandim 1612 Manggarai, Letkol Kav. Ivan Alfa, Ketua Kejari Manggarai, Yoni Pristiawan Artanto, Ketua Pengadilan Negeri Ruteng, Charni Wati Ratumana, Wakapolres Manggarai, Kompol I Wayan Arnaya, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Frumentius L.T.K. Do, Sekertaris Keuskupan Ruteng, Romo Manfred Habur, Pr, Wakil Ketua III UNIKA St. Paulus Ruteng, Romo Inosentius Sutam, Pr, Sekertaris II MUI Kabupaten Manggarai, Ismail Nasar, Ketua Majelis Gereja Kristen, Tommy Pinem, Ketua IDI Cabang Kabupaten Manggarai, dr. Marianus Ronald Susilo, Kepala BPJS Kabupaten Manggarai, Miftahul Jannah, Kepala Tata Usaha BLUD RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, Maximilian Saksi Kolbey, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Cabang Kabupaten Manggarai, Anselmus Abong, Ketua Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik (PATELKI), Tarsisius Pamput, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Manggarai, Stanislaus Bagul, Ketua PPNI Kabupaten Manggarai, Lodovikus D. Moa.


Dari total 17 penerima vaksin tersebut, 12 orang diantaranya telah divaksinas, sementara lima orang lainnya ditunda karena alasan kesehatan.


Kelima orang tersebut yakni, Kepala Kejari Manggarai, Ketua Pengadilan Negeri Ruteng, Sekertaris II MUI Kabupaten Manggarai, Kepala Tata Usaha BLUD RSUD dr. Ben Mboi, dan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Manggarai.