SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Diduga Tersambar Petir, Warga Mabar Ditemukan Meninggal Dunia

Iklan

FEC Media
13 Feb 2021, 12.40 WIB
News

Diduga Tersambar Petir, Warga Mabar Ditemukan Meninggal Dunia

 
Jenazah korban disemayamkan di rumah duka, di Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo. (Foto: Ist)

Manggarai Barat, Floreseditorial.com – Diduga tersambar petir, Petrus Santu (50), seorang Petani asal Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan tewas di kebun miliknya, dengan luka bakar di sekujur tubuh, pada Jumat (12/2/2021), sekitar pukul 21.00 WITA.


Informasi yang dihimpun media, hujan deras disertai petir terjadi di wilayah tersebut, sejak sore hingga malam hari. Korban diminta oleh tetangganya, Suhardi, untuk memotong kayu dolken sebanyak 40 batang. Korban pun berangkat ke lokasi sekitar pukul 08.00 WITA, membawa dua bilah parang untuk memotong kayu. Namun hingga larut malam, korban tak kunjung kembali ke rumah.


Istri korban, Yuliana Milda (45), yang merasa khawatir karena suaminya tak kunjung pulang ke rumah, akhirnya menemui salah seorang keluarga, Vinsensius, untuk mencari korban.


Vinsensius, bersama sembilan orang lainnya, kemudian menuju lokasi sekitar pukul 20.30 WITA, untuk mencari keberadaan korban. Setibanya di lokasi, Petrus Santu, ditemukan terkapar di samping tumpukan kayu dolken, dalam kondisi tak bernyawa.


"Dia di samping kayu yang sudah dikumpul, di samping Irigasi Lingko Pilipo," ujar Vinsen.


Pihak keluarga menduga, korban meninggal dunia karena tersambar petir. Hal tersebut tanpak dari kondisi tubuh korban yang menghitam, seperti hangus terbakar. Selain itu, tampak korban masih memegang sebilah parang, dan satu parang lainnya terikat di pinggang.


"Dia sudah potong kayu, lalu taruh di saluran. Mungkin saat berdiri, Dia tersambar petir," kata Vinsen.



Jenazah korban langsung dievakuasi ke rumah korban yang terletak di RT.04/RW.02, Dusun Capi, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Kabupaten Mabar.


"Jarak dari lokasi ke jalan umum sekitar satu kilometer. Kami tiba di rumah pukul 22.00 WITA," jelasnya.