Iklan

 


Redaksi Flores Editorial
11 Feb 2021, 21.30 WIB
News

Dikerjakan November 2020, Proyek Lapen di Reok Barat Sudah Rusak

 
Kondisi lapen yang rusak di Reok Barat. (Foto: Ist)



Manggarai, Floreseditorial.com - Proyek Lapisan Penetrasi (Lapen) SP. Kajong - Wae Ncuring tepatnya di Wae Wua, Desa Sambi, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga dikerjakan asal jadi.



Pasalnya, kualitas proyek Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang dikerjakan pada November 2020 lalu, dengan Nomor Kontrak: PUPR.600.762/781/JLN-DAK-BM/Vlll/2020 oleh Kontraktor Pelaksana PT. Selera bersama Konsultan Perencana, CV. Rivando Jaya, yang memakan anggaran sebesar Rp 2.991.198.000 dari Dana Alokasi Khusus (DAK), kini sudah terlihat rusak.



Kepada Wartawan, Kamis (11/2/2021), salah seorang warga yang enggan dimediakan namanya, menuturkan, kondisi lapen yang sudah mulai rusak itu, diduga akibat sistem penggilasan yang dilakukan saat pengerjaan menggunakan alat berat, yang tidak memenuhi standar prosedur.



"Kami meragukan alat yang mereka gunakan itu,” ujarnya.



Menurutnya, warga sekitar lokasi sudah meragukan kualitas proyek saat melihat langsung proses pengerjaannya beberapa bulan yang lalu, sebab digilas hanya menggunakan jenis alat yang diduga tidak memenuhi standar.



"Kami sudah meragukan hal itu sejak awal. Alat yang digunakan itu jenis Tandem, dengan daya getarnya juga sangat kecil. Bukan menggunakan alat Fibro yang memiliki daya getar besar, dan ternyata benar seperti inilah kualitas lapennya,” bebernya.



Ia berharap, Dinas PUPR Kabupaten Manggarai segera mendesak PT. Selera sebagai Kontraktor Pelaksana pengerjaan proyek lapen tersebut, agar segera diperbaiki.



Hingga berita ini diturunkan, floreseditorial.com belum berhasil mengonfirmasi pihak terkait yang mengerjakan proyek lapen tersebut.(Kordianus Lado)