Iklan

 


Redaksi Flores Editorial
6 Feb 2021, 11.16 WIB
Hukrim

Jurnalis TV One Laporkan Sejumlah Akun Facebook ke Polres Manggarai

 
Jo Kenaru, Jurnalis TV One Manggarai saat mendatangi Polres Manggarai. (Foto: Ist)


Manggarai, Floreseditorial.com - Diduga menyebarkan berita bohong alias hoax, serta melakukan pencemaran nama baik, Jurnalis TV One Manggarai, Jo Kenaru, melaporkan akun Facebook bernama, Belasius Beben Tobat (BBT), ke Polres Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (5/2/2021). 


Pantauan media, Jo Kenaru, melaporkan sejumlah akun palsu tersebut, didampingi dua Advokat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Manggarai Raya, Yeremias Odin dan Vinsensius Gelinus, serta sejumlah Anggota Forum Jurnalis Manggarai (FJM).


Advokat LBH Manggarai Raya, Yeremias Odin, mengatakan, pihaknya telah melayangkan pengaduan ke Polres Manggarai, terkait akun Facebook BBT dan tujuh akun lainnya, yang diduga melakukan tindak pidana pencemaran nama baik dan menyebarkan berita hoax terhadap kliennya, Jo Kenaru.


Ia menjelaskan, sejumlah akun Facebook yang dilaporkan yakni, Belasius Beben Tobat (BBT), Sipry Jemarus (SJ), Saung Daeng (SD), Kristian Seda Naba (KSN), Yoseph Afra (YS), Sevrin Brudock Cadas (SBJ), Frans (F), dan Putra Mahima (PM).


"Isi postingan BBT mengandung muatan pencemaran nama baik dan menyebarkan berita hoax, pada Selasa (2/2/2021), sebagaimana termuat dalam bukti screenshot pengaduan klien kami," kata Yeremias kepada Wartawan di Polres Manggarai, Jumat (5/2/2021).


Yeremias menyampaikan, pengadu yang adalah kliennya, Jo Kenaru, tidak pernah membuat berita di media massa, terkait tuduhan kedelapan orang para teradu tersebut.


"Bahwa setelah pengadu membaca dengan cermat tulisan para teradu tersebut, pengadu merasa sangat malu dan tersinggung. Sebab, para teradu menuliskan kata-kata frasa dan atau gaya bahasa yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik dan berita hoax, dengan maksud menyerang harga diri, nama baik dan kehormatan pengadu, sehingga nama baik pengadu tercemar dan rusak," ungkap Yeremias.


Advokat Peradi itu menguraikan, distribusi tulisan para teradu melalui akun Facebook BBT itu, dilakukan secara sengaja dan tanpa hak agar dapat diakses, dilihat dan/atau dibaca banyak orang.


"Bahwa akibat perbuatan teradu sebagaimana telah diuraikan di atas, pengadu merasa sangat malu dan tersinggung serta takut atau terintimidasi," bebernya.


Ia menambahkan, konstitusi memberikan perlindungan terhadap harkat dan martabat seseorang sebagai salah satu Hak Asasi Manusia (HAM), bahwa apa yang dirasakan pengadu, orang lain tidak dapat menilai sama seperti penilaian pengadu. 


"Bahwa perbuatan teradu yang secara sengaja dan tanpa hak mendistribusikan, di mana kalimat tersebut memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik pengadu dan menyebarkan berita hoax, agar dapat diakses, dilihat dan/atau dibaca banyak orang dapat dikualifikasi sebagai perbuatan melanggar ketentuan," tegasnya.


Ia meminta, kepada Kapolres Manggarai, agar melakukan penyelidikan dan/atau penyidikan pengaduan tersebut secara tuntas, demi supremasi hukum dan keadilan.


Sementara itu, Jurnalis TV One, Jo Kenaru, mengatakan, dirinya melaporkan sejumlah akun Facebook tersebut, bertujuan untuk mencari keadilan hukum. Ia mengaku, ingin memulihkan nama baiknya yang sudah dicemarkan di media sosial Facebook secara terbuka oleh akun BBT tersebut. Bahkan dengan beragam komentar negatif, sehingga merugikan harkat dan martabatnya sebagai pekerja media.


"Keluarga saya ikut terpukul. Bahkan keberadaan Pers di Manggarai juga terancam hilang karena akun-akun palsu. Ini patut diwaspadai. Saya menduga, ini bagian dari pembungkaman terhadap Kebebasan Pers di Manggarai," tegas Jo.


Jurnalis senior itu meminta kepada Kapolres Manggarai, agar siapa pun yang mengelola akun BBT itu, agar segera diproses secara hukum yang berlaku. Dirinya mewakili kelompok masyarakat lain yang pernah mengalami fitnah dan penghinaan keji dari postingan BBT, ingin mencari keadilan hukum.


"Saya meminta kepada Polres Manggarai, untuk mengungkap dan menuntaskan kasus ini, demi keadilan hukum," ungkap Jo.


Terpisah, Kapolres Manggarai, AKBP Mas Anton Widyodigdo, melalui Paur Subag Humas Polres Manggarai, IPDA I Made Mudiarsa, mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti kasus tersebut sesuai mekanisme hukum yang berlaku. Ia berjanji, akan meneruskan pengaduan tersebut kepada Kapolres Manggarai, untuk kemudian dilakukan disposisi. Selanjutnya, akan diproses melalui Satreskrim Polres Manggarai, untuk kemudian dimulai proses penyelidikan dan penyidikan.


"Kami akan proses sesuai hukum yang berlaku," kata Ipda I Made kepada Wartawan di Polres Manggarai, Jumat (5/2/2021) Februari 2021.


Untuk diketahui, akun Facebook BBT dituding melanggar Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 45 ayat (3) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 KUHP dan 2) Pasal 28 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Eletronik jo pasal 45 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU Nomor Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 KUHP; dan 3) Pasal 14 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 KUHP; dan 4) Pasal 15 UH Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana jo Pasal 55 KUHP.