Iklan

 


Pankrasius Y. Gandung| <br>Penulis<br>
24 Feb 2021, 14.42 WIB
Ekbis

Kabupaten Matim Ekspor 36 Ton Kopi Robusta ke Belanda

 
Bupati Matim, Andreas Agas, saat melepas Ekspor Kopi Robusta ke Belanda. (Foto: Pankra )


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Bupati Manggarai Timur (Matim), Andreas Agas, melakukan pelepasan Ekspor Kopi Fine Robusta Manggarai, Pulp Natural, dan Natural Proses, ke negara tujuan Belanda, yang bekerja sama dengan Asosiasi Petani Kopi Manggarai (Ansikon), bertempat di Mano, Keluarahan Mando Sawu, Kecamatan Lamba Leda Selatan, Kabupaten Matim, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (24/1/2021).


Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian Matim, Yohanes Sentis, menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang tertunda tahun lalu sekitar bulan November dan Desember, namun karena satu dan lain hal, kegiatan itu baru bisa dilakukan hari ini.


“Pada hari ini, kita melepas dua kontainer Kopi Robusta dengan total keseluruhan 36 ton. Selama ini juga, kita sering melakukan pengiriman ke luar langsung itu dari Asnikom, atau dari perorangan dari Manggarai Timur, tetapi jumlahnya tidak sebanyak hari ini. Dan ini juga menjadi konsen atau perhatian dari Rikolto, yang selama ini membantu para Petani Kopi di Manggarai Timur, melalui kelompok atau organisasi Asnikom. Kopi yang berasal dari Manggarai Timur ini akan dikirim ke salah satu perusahaan set up di Belanda,” terang Yohanes.


Ia menyampaikan apresiasi kepada Rikolto Indonesia, yang telah memberikan pendampingan serta fasilitas kepada Petani Kopi Matim selama ini. Ia berharap, Rikolto Indonesia terus berperan di hilir untuk sektor pasar.


Sementara itu, Kepala Program Rikolto Indonesia, Nonie Kaban, dalam sambutanya, menyampaikan apresiasi serta rasa bangga atas pencapaian Asnikom yang merupakan mitra Rikolto sejak tahun 2010. 


“Seperti yang kita ketahui bersama, hari ini merupakan ekspor yang ke empat dengan jumlah yang lebih banyak, yaitu 36 ton. Ini kita bisa melihat pesanan yang terus meningkat, yang awalnya hanya membeli sebanyak 600 kg, kemudian meningkat ke enam ton, kemudian sembilan ton, dan hingga sekarang sebanyak 36 ton. Artinya, kualitas kopi yang dihasilkan sangat berkualitas. Saya berharap agar kualitas ini terus di pertahankan, dan ditingkatkan, karena kerja sama ini akan berlangsung selama delapan tahun. Saya berharap agar Pemerintah juga mendukung program ini, untuk meningkatkan pendapatan petani berupa fasilitas yang dibutuhkan,” ungkapnya.


Sementara itu, Manager Asnikom, Damasus Agas, mengatakan, pembeli kopi asal Belanda tersebut yakni This Side Up (TSU). Menurutnya, Kopi Manggarai di Eropa terutama Kopi Robusta, belum memiliki pesaing di dunia. Hal itu yang membuat mereka melakukan perjanjian yang cukup panjang dengan Asnikom, karena hal itu juga merupakan mekanisme pasar. 


"Cita rasa Kopi Robusta Manggarai, cocok untuk selera orang Eropa," katanya.


Di lain pihak, Bupati Matim, Andreas Agas, dalam sambutannya, menyampaikan terima kasih kepada Rikolto dan Asnikom, serta semua pihak yang bergerak di bidang kopi, yang menghasilkan ekspor yang ke empat seperti sekarang ini.


“Sejarah kopi di Manggarai didukung oleh Belanda itu sendiri, dan itu dibuktikan dengan sejarah hingga hari ini, yaitu ada bendera di Colol. Ini merupakan momen yang sangat pas untuk kita di Manggarai Timur, yang awalnya didukung oleh Belanda. Saya ingin Kopi Colol ini menjadi salah satu merek dari Manggarai Timur untuk kopi bubuknya,” ungakap Bupati Agas 


Pihaknya juga meminta agar Asnikom tidak sekadar membeli, tapi juga sama-sama melakukan pendampingan agar mutu kopi tatap terjaga.