Iklan

Redaksi Flores Editorial
27 Feb 2021, 20.12 WIB
Headline

Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Kota Kupang Meningkat

Ilustrasi kekerasan terhadap anak. (Foto: Ist)




Kupang, Floreseditorial.com – Kasus kekerasan pada anak di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin meningkat.


Lembaga Rumah Perempuan Kupang, mencatat, sejak Januari hingga pertengahan Februari 2021, terdapat sepuluh kasus kekerasan terhadap anak. Diantaranya kekerasan seksual terhadap anak, anak berhadapan dengan hukum yakni anak menjadi saksi dalam kasus KDRT, kasus ingkar janji nikah, kasus kekerasan sesama anak, dan kasus kekerasan anak korban KDRT.


“Kasus yang ditangani dan didampingi Rumah Perempuan Kupang, melalui devisi pendampingan rumah perempuan dalam penanganan, dalam pengurusannya secara kekeluargan, dan ada yang sudah naik hingga tingkat kepolisian, pengadilan serta putusan tetap,” unkap Direksi Lembaga Rumah Perempuan, Libby Ratuarat Sinlaeloe, Sabtu (27/2/2021).


Dari sepuluh kasus tersebut, enam kasus di Kota Kupang, dan empat kasus dari Kabupaten Kupang. Sepuluh kasus  tersebut yakni kekerasan seksual terhadap anak sebanyak tiga kasus, satu kasus sudah naik di tingkat kepolisian, dan dua kasus sudah ada putusan tetap.


Libby menambahkan, untuk kasus KDRT dengan anak menjadi saksi, ada tiga kasus yang proses penanganannya sudah naik ke tingkat pengadilan. Sedangkan untuk kasus ingkar janji nikah ada dua kasus, kasus kekerasan sesama anak, dan anak korban KDRT masing-masing satu kasus yang sudah diselesaikan secara kekeluargaan


“Kami berharap untuk semua pihak, baik itu dilingkungan masyarakat maupun lingkungan keluarga, untuk tidak ada lagi kekerasan terhadap anak. Apalagi anak dihadapkan dengan hukum, maupun kekerasan seksual kepada anak, dan juga kekerasan terhadap anak lainnya. Karena dengan kejadian kekerasan yang dialami oleh anak, pastinya sangat mempengaruhi diri anak tersebut, baik secara psikologi anak, maupun psikis anak,” tutup Libby.