SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur, SP Ditetapkan Sebagai Tersangka

Iklan

 


FEC Media
5 Feb 2021, 11.59 WIB
HeadlineHukrimPemerkosaan

Kasus Pencabulan Anak di Bawah Umur, SP Ditetapkan Sebagai Tersangka

 
Ilustrasi (net)

Manggarai Timur, Floreseditorial.com – SP (43), ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pemerkosaan anak di bawah umur di Desa Sipi, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).


Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Matim, telah menangkap SP dan diamankan di Polsek Borong, Kabupaten Matim.

 

“Sebelumnya, SP, kita periksa sebagai saksi atas dugaan persetubuhan seorang anak di bawah umur. Dari hasil pemeriksaan itu, tersangka mengakui perbuatanya,” ujar Kasat Reskrim Polres Matim, Iptu Deddy Karimoy, Rabu (3/2/2021) sore.


Menurutnya, tersangka ditahan untuk kepentingan penyelidikan. Selanjutnya, pihaknya akan memeriksa saksi lain, termasuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hal itu dilakukan untuk melengkapi syarat formil material dalam kasus tersebut, atau kepentingan pelimpahan ke pihak Kejaksaan.


“Korban dalam kasus ini sudah diambil keterangan. Korban dan tersangka berasal dari satu desa. Kasus ini sebelumnya dilaporkan ke Polres Ngada karena orang tua korban tinggal di Bajawa, Kabupaten Ngada. Tapi karena TKP di Matim, laporanya diteruskan ke Polres Matim,” jelas Deddy.


Deddy menambahkan, kasus tersebut sesuai keterangan korban, di mana dalam laporan ke Polres Matim, disebutkan bahwa perbuatan yang dilakukan tersangka sudah terjadi sejak Februari 2019. Saat itu, korban dipaksa oleh pelaku untuk bersetubuh. Terakhir, korban diperkosa pada Juni 2020. Akibat perbuatan bejat itu, korban kini mengandung tujuh bulan.


Selain itu, dari keterangan yang ada, korban disetubuhi lebih dari satu kali. Bahkan, pernah ketika usai menyetubuhi paksa korban, pelaku memotret korban dalam kondisi tanpa busana.


“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara,” tukasnya.


Diberitakan media ini sebelumnya, ME, korban kekerasan seksual oleh, SP, mendapatkan perlakuan tersebut sejak 2019 silam. Korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Matim pada Jumat (29/1/2021).