Iklan

Redaksi Flores Editorial
25 Feb 2021, 00.51 WIB
Headline

Kerumunan Massa 'Kepung' Jokowi, Bupati Sumba Tengah Minta Maaf

Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu. (Foto: Ist)





Sumba Tengah, Floreseditorial.com - Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo alias Jokowi, melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (23/2/2021).


Kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut, tak dapat membendung kerumanan massa yang antusias ingin melihatnya. Berbagi video pun viral di media sosial (medsos), yang memperlihatkan kerumunan massa tersebut, yang kemudian berdampak pada pelanggaran Protokol Kesehatan (Prokes). Hal itupun sontak menuai banyak kritik dari berbagai pihak.


Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu, meminta maaf terkait kerumunan massa yang tak terbendung itu.


“Saya atas nama masyarakat Sumba Tengah, menyampaikan permohonan maaf atas perilaku masyarakat kami yang karena terlalu cinta dengan, Bapak Jokowi, sehingga mereka melanggar protokol pengamanan Presiden,” ungkap Bupati Paulus, Selasa (23/2/2021) malam, mengutip selatanindonesia.com.


Ia mengaku, pihaknya sangat bersyukur dan bahagia dengan kedatangan Presiden RI itu. Ia menyampaikan, kerinduan masyarakat Sumba Tengah untuk menyambut kehadiran Presiden akhirnya terwujud, seteleh sebelumnya mengalami penundaan.


“Ini sejarah yang luar biasa terjadi di Sumba Tengah. Kalau menginginkan siapapun Presiden yang akan datang untuk berkunjung lagi ke Sumba Tengah, maka harus bekerja keras. Ini pesan untuk Kader-kader muda Sumba Tengah yang akan datang. Kalau mau mendatangkan pimpinan tertinggi di republik ini, kuncinya adalah kerja dengan hati,” tegasnya.


Menurut Paulus, Kabupaten Sumba Tengah merupakan kabupaten termiskin di NTT, dengan angka kemiskinan mencapai 34%.


“Tidak ada ikon yang luar biasa di Sumba Tengah. Uang kami miliki hanyalah ketulusan dan cinta kami untuk, Bapak Presiden Jokowi, karena Beliau telah lebih dahulu mencintai kami masyarakat Sumba Tengah dan NTT,” ujarnya.


Ia juga memberikan apresiasi kepada pihak terkait terutama Paspampres, Protokol Istana dan Sekretariat Negara, yang selama ini telah membangun komunikasi harmonis serta memberikan keyakinanan tentang Sumba Tengah yang baik, sehingga Presiden bersedia mengunjungi Sumba Tengah.


"Tanpa informasi yang pasti tentang Sumba Tengah dan semangat kerja para Petani di Sumba Tengah untuk mewujudkan Food Estate, yang dilakukan oleh Tim Protokoler Istana, Paspampres, serta Sekretariat Negara, mungkin saja Pak Presiden tidak datang,” tukasnya.