SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Keterbatasan Fisik, Disdukcapil Matim Terbitkan Data Kependudukan Pasutri di Lamba Leda

Iklan

FEC Media
12 Feb 2021, 15.34 WIB
News

Keterbatasan Fisik, Disdukcapil Matim Terbitkan Data Kependudukan Pasutri di Lamba Leda

 
Ilustrasi dokumen kependudukan. (Net)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com – Keterbatasan fisik dan kesehatan mengakibatkan pasangan suami-istri (pasutri), Stanis (58) dan Edi Lenem (60), warga Desa Ulu Wae, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT)  tidak dapat mengurus data kependudukan mereka.


Menanggapi hal tersebut, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Matim segera mengeluarkan surat-surat kependudukan pasutri tersebut.


Kepala Dinas (Kadis) Dukcapil Kabupaten Matim, Robertus Bonefantura, Jumat (12/2/2021), mengatakan, pihaknya akan membantu pasutri, Stanis dan Edi, terkait dokumen kependudukan yakni, menerbitkan Kartu Keluarga (KK) dan merekam Kartu Tanda Penduduk (KTP).


"Untuk KK sudah diterbitkan, dan KTP elektronik untuk dilakukan perekaman hari ini.


Sekarang saya sudah ada di lokasi, kami hari ini serahkan KK dan merekam KTP elektronik untuk, Bapak Stanis dan Mama Edi. Mungkin terbit KTP fisiknya Senin depan. Kalau sudah ada KTP baru, bisa dibuatkan Kartu BPJS," kata Robertus.


Stanis dan Edi, sama-sama menderita penyakit yang berat. Stanis, mengalami kelumpuhan total sejak tahun 2016. Sedangkan Edi Lenem, mengalami sakit kanker kulit wajah sejak tahun 2010, yang menyebabkan bola mata sebelah kanan hilang.


Karena menderita sakit parah itu, pasutri tersebut tidak bisa melakukan aktivitas apapun. Mereka hanya tinggal di rumah dengan segala kekurangan.


Pendamping Sosial PKH Kecamatan Lamba Leda Timur, Amandus Cahaya Tukeng, Jumat (12/2/2021), mengatakan, pada Rabu (10/2/2021), Ia bersama rekannya mengunjungi tempat tinggal pasutri tersebut. Saat ini, Stanis dan Edi, tinggal bersama menantu, sedangkan anak kandung mereka bekerja di tempat lain, mengais rezeki demi menopang hidup keluarga dan kedua orang tuanya itu.


Amandus mengatakan, pasutri tersebut belum mengantongi data kependudukan seperti KK dan KTP. Selain itu, Jaminan Kesehatan seperti Kartu BPJS juga belum dimiliki oleh, Stanis dan Edi, sehingga mereka kesulitana mendapatkan pelayanan kesehatan yang cukup.


Karenanya, Stanis dan Edi, sangat mengharapkan bantuan dan uluran kasih dari orang-orang yang perihatin dan peduli terhadap mereka.


Selain bantuan obat-obatan dan kebutuhan lain, serta penanganan khusus terhadap sakit yang diderita, Edi Lenem, pasutri itu juga membutuhkan bantuan kursi roda untuk, Stanis.