Iklan

 


Adrianus Paju
10 Feb 2021, 17.40 WIB
News

Lama Tak Diperhatikan Pemerintah, Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak

Sejumlah warga desa gotong royong memperbaikan jalan rusak di wilayah Munta, Desa Kajong, Kecamatan Reok Barat. (Foto: Ist)

Manggarai, Floreseditorial.com - Buruknya kondisi ruas jalur provinsi yang menghubungkan wilayah Kecamatan Reok menuju Reok Barat, tepatnya di wilayah Tureng-Sambor, Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat menghambat arus transportasi warga yang melintasi wilayah tersebut.



Kurangnya perhatian pemerintah terhadap ruas jalur yang dipenuhi lumpur dengan ketebalan sekitar dua meter itu, membuat kendaraan roda empat yang melintas ikut terjebak di tengah lumpur hingga berjam-jam, bahkan berhari-hari lamanya.



Camat Reok Barat, Quintus Nang, kepada Wartawan, Rabu (10/2/2021), mengatakan, pihaknya didampingi Bhabinsa 1612/03 Reok, Sertu Paulus Frid, bersama Kepala Desa Nggalak, Kongradus Dain, berupaya mengerahkan warga desa bergotong royong memperbaiki kondisi ruas jalur itu dengan alat seadanya, agar kendaraan dapat kembali melintas.



“Kegiatan bakti sosial bersama warga masyarakat yang dilakukan ini merupakan bentuk kepedulian serta rasa prihatin, atas kondisi jalur yang selalu menjadi penghambat arus lalu lintas warga pengguna jalan ini,” ungkap Quintus.



Menurutnya, curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut beberapa pekan terakhir, mengakibatkan kondisi jalan di beberapa titik semakin parah, seperti yang terjadi di wilayah Kajong-Munta, Desa Kajong hingga jalur Tureng-Sambor, Desa Nggalak.



“Kita lakukan kegiatan susun batu pada titik-titik jalan yang berlumpur dan berlubang,” tambahnya.



Ia menyampaikan, sekitar 60-an warga Desa Nggalak dikerahkan untuk memperbaiki kondisi jalan yang rusak parah tersebut. Gotong royong para warga itu berlangsung selama delapan jam.


"Setelah dibenahi seadanya ini, lalu lintas pada ruas jalur tersebut bisa kembali diakses. Namun, hal itu tentu tidak akan bertahan lama, sebab curah hujan tinggi diperkirakan masih akan terus mengguyur wilayah ini," terangnya.



Untuk diketahui, kondisi ruas jalur provinsi lintas kapubaten yang menghubungkan Kabupaten Manggarai wilayah utara dengan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) itu sungguh sangat memprihatinkan. Kerusakan jalur provinsi tersebut terjadi hampir di sepanjang jalur mulai dari daerah Racang, Desa Watu Baur, Kecamatan Reok, hingga Tureng, Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat, dengan panjang sekitar 45 kilometer. Kerusakan paling parah terlihat di beberapa titik yakni, sepanjang wilayah Racang, Desa Watu Baur, Pering, Desa Rura, Wontong, Desa Toe, Kajong, Desa Kajong dan di wilayah Tureng, Sambor, Desa Nggalak.

 

Sementara jalur provinsi tersebut merupakan satu-satunya akses warga perbatasan wilayah Kabupaten Mabar dengan Kabupaten Manggarai bersama warga Kecamatan Reok Barat menuju pusat Kota Kecamatan Reok di Reo, untuk menjual hasil-hasil pertanian mereka.