Iklan

 


Redaksi Flores Editorial
5 Feb 2021, 21.23 WIB
HeadlineNews

Lingko Award Untuk Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Manggarai Barat

Baliho Promosi Lingko Award. (Foto: Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat)


Manggarai Barat, Floreseditorial.com - Di tengah situasi pandemi covid-19, prospek sektor pariwisata sebagai salah satu kekuatan pembangunan ekonomi di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menjadi perhatian untuk dibenahi. 


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Mabar, Augustinus Rinus, dalam kegiatan Sosialisasi Penganugerahan Lingko Award yang berlangsung secara virtual, pada Kamis (4/2/2021), menjelaskan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) akan membuat program pemanfaatan destinasi yang berorientasi berkelanjutan, terutama terkait isu Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), serta isu ekonomi lokal. 


“Program itu akan kita wujudkan dalam bentuk Ajang Penganugerahan Pariwisata Berkelanjutan dengan label Anugerah Lingko Award. Sebagai daerah pariwisata super premium, konsep pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo harus dapat diterapkan sejak dini. Anugerah Lingko ini adalah titik star dari pemerintah daerah untuk membangun kesadaran pihak-pihak terkait, dalam menerapkan konsep pariwisata berkelanjutan,” jelas Rinus.


Ia menjelaskan, Ajang Anugerah Lingko pada tahun 2021 ini adalah yang perdana. Karena itu, kata Rinus, tahap pelaksanaan diawali dengan kegiatan pilot project dan bekerja sama secara teknis dengan project SUSTOUR dari Swisscontact Indonesia, salah satu Non Government Organisation (NGO) yang selama ini bergerak dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan.


“Anugerah Lingko akan dimulai perdana dari industry hotel. Disparbud Kabupaten Mabat punya komitmen yang kuat, agar Anugerah Lingko ini dijadikan ajang rutin tahunan. Pada tahun-tahun berikutnya, Anugerah Lingko ini diterapkan juga pada industry pariwisata lainnya, seperti restoran, tour operator, dan lain-lain,” kata Rinus.


Sementara itu, Deputy Program Manager SUSTOUR, Fery Samosir, yang hadis sebagai nara Narasumber dalam sosialisasi yang digelar melalui Zoom Meeting itu, menyampaikan, Lingko Award bukanlah kompetisi, melainkan pemberian penghargaan kepada industry pariwisata yang menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. 


"Seluruh penilaian akan dinilai oleh Tim Assesor yang ahli dibidangnya. Tim Assessor itu mutlak memiliki latar belakang pengetahuan dan kompetensi pada bidang energi dan aspek lingkungan, bidang budaya lokal dan destinasi, bidang ketenagakerjaan, dan bidang tata kelola industri perhotelan di destinasi,” jelas Fery.


Tim Assesor, lanjut Fery, akan fokus pada penilaian pengelolaan internal hotel dan akomodasi, dengan kriteria: Pengelolaan Konservasi dan Efisiensi Energi; Pengelolaan Konservasi dan Efisiensi Air; Pengelolaan Limbah Padat dan Cair; Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3); Pengelolaan Penyimpanan Bahan Kimia dan Bahan Berbahaya; Kerjasama Dengan Komunitas Dan Organisasi Sosial; dan Pengembangan Kapasitas Sumber Daya Manusia.


Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Sekdisparbud) Kabupaten Mabar, Chris Mesima, sebagai Penanggung Jawab Pelaksanaan Anugerah Lingko, pada kesempatan itu, menjelaskan, pemberian penghargaan Lingko Award akan dilaksanakan pada bulan Juli atau Agustus. Sedangkan saat ini hingga empat bulan ke depan, panitia pelaksana bersama pihak terkait akan melakukan persiapan dan tahapan lainnya. 


“Penganugerahan Lingko Award ini diharapkan dapat berkontribusi kepada peningkatan kualitas destinasi, melalui penerapan operasional industri hotel di Labuan Bajo secara berkelanjutan. Sebab, penganugrahan ini berkaitan dan bersinergi dengan program Green Hotel Award dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Republik Indonesia (RI),” papar Chris.