Iklan

 


Redaksi Flores Editorial
19 Feb 2021, 18.33 WIB
News

Pedagang Keluhkan Kenaikan Harga Lapak Pasar Kota Kupang

 
Pasar Inpres Naikoten Kupang (Ist)

Kupang, Floreseditorial.com – Sejumlah pedagang mengeluh terkait isu kenaikan harga sewa lapak di Pasar Inpres Naikoten, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).


Salah satu pedagang, inisal M, Jumat (19/2/2021), mengatakan, kenaikan sewa lapak di Pasar Naikoten akan diberlakukan awal tahun 2021 ini.


"Saya tempati lapak ini sebelum ada pasar. Dulu tidak ada lapak. Dibangun lapak, maka kami tempati, dan harganya sampai pada tahun 2020 kemarin saya masih bisa bayar. Tetapi tahun ini, jujur saya mau bagaimana. Saya terpaksa bayar dengan cara meminjam uang dari orang lain, biar saya cicil ke orang yang bersangkutan, dari pada saya dikeluarkan dari lapak," jelasnya.


Ia mengakui, sejak membayar lapak pada 20 Januari 2021 lalu, hingga kini pihaknya belum menerima surat kontrak perpanjangan sewa lapak dari Perusahaan Daerah (PD) Pasar. Padahal, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Ia selalu mendapat perpanjangan surat sewa lapak dari PD Pasar, ketika sudah membayar sewa.



Senada, seorang pedagang pakan ternak, menyampaikan, dirinya menjadi semakin terbebani akibat sewa lapak yang  rencananya akan dinaikkan oleh pihak PD Pasar kota Kupang itu.


Ia mengakui, sejak menerima surat pemberitahuan beberapa waktu lalu, pihaknya telah mencicil harga sewa lapak tersebut ke pihak PD Pasar, untuk mengurangi beban yang Ia rasakan.



“Saya juga kaget. Tiba-tiba ada surat dari PD kalau sewa lapak naik. Kami pedagang di sini mau protes tapi tidak mungkin protes sendiri. Jadi terpaksa bayar saja. Sekarang saya baru cicil Rp 1.000.000,” tuturnya.


Ia menjelaskan, sejak awal menempati lapak tersebut, dirinya membayar sewa lapak dengan harga Rp 3.250.000. Dan untuk tahun ini, biaya sewa naik Rp 1.750.000, sehingga para pedagang harus membayar Rp 5.000.000 setiap tahunnya.


"Di tengah kondisi pandemi ini, penghasilan tidak seperti sebelum pandemi, dan bahkan pada saat pandemi, kondisi pasar sangat sepi dari pembeli, dan baru mulai ramai pembeli pada pukul 17.00 WITA hingga pukul 19.00 WITA," tukasnya.


Hingga berita ini diturunkan, pihak PD Pasar Kota Kupang belum memberikan keterangan.