Iklan

 




Ignasius Tulus
15 Feb 2021, 18.59 WIB
Hukrim

Pemeriksaan Terhadap Ali Antonius Ditunda

Ali Antonius, mantan Kuasa Hukum Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dula, dalam kasus jula beli aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Mabar. (Foto: Ignas Tulus)


Kupang, Floreseditorial.com - Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) menunda pemeriksaan terhadap, Ali Antonius, yang merupakan mantan Kuasa Hukum dari Bupati Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Agustinus Ch. Dula.


Kasie Penkum Kejati NTT, Abdul Hakim, kepada floreseditorial.com, Senin (15/2/2021), mengatakan, penundaan pemeriksaan terhadap, Ali Antonius, berdasarkan permohonan dari pihak Pengacara.


"Iya betul, karena pengacaranya datang bermohon untuk ditunda pemeriksaannya," ujar Abdul Hakim.


Sementara itu, Ketua DPC Peradi NTT, Philipus Fernandez, kepada Wartawan di Kupang, mengatakan, Ali Antonius, akan diperiksa pihak Penyidik Kejati NTT, pada Kamis (18/2/2021) mendatang.


"Kami dari DPC Peradi Kupang dan juga dari Advokat NTT Bersatu, membuat surat penundaan secara resmi kepada Penyidik untuk dihari Senin, tetapi dari Penyidik katakan hari Kamis," ujar Fernandez.


Ia menjelaskan, pada Kamis mendatang, DPC Peradi NTT akan mendampingi proses pemeriksaan terhadap Wakil Ketua DPC Peradi NTT, Ali Antonius.


"Kami dari Pengurus DPC, bertanggung jawab terhadap, Pak Anton," ungkapnya.


Diberitakan media ini sebelumnya, Ali Antonius, selaku Kuasa Hukum dari Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dula, dalam kasus jual beli aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Mabar, NTT itu, akan diperiksa pihak Kejati NTT.


Ali Antonius, diperiksa Tim Penyidik Kejati NTT sebagai saksi dalam kasus dugaan keterangan palsu yang diberikan, Harum Fransiskus (HF) dan Zulkarnain Djuje (ZD), dalam Sidang Praperadilan Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dula, di Pengadilan Negeri (PN) Kupang, pada Kamis (11/2/2021) lalu.


Selain Ali Antonius, Pihak Kejati NTT juga telah menetapkan Bupati Mabar, Agustinus Ch. Dula, Istri Bupati Mabar, Maria A. Damuk, dan Ferry Adu, sebagai saksi dalam dugaan keterangan palsu yang diberikan, HF dan ZD.