Iklan

 


Adrianus Paju
4 Feb 2021, 12.28 WIB
News

Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Wae Pesi Terus Berlanjut

Proses pencarian korban tenggelam di Sungai Wae Pesi oleh sejumlah Aparat dan warga sekitar, Kamis (4/2/2021). (Foto: Adrian Paju)

Manggarai, Floreseditorial.com - Proses pencarian, Risky Aditya RIfai Karim (13), seorang Siswa Pondok Pesantren Pancasila Reok, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tenggelam di Sungai Wae Pesi, pada Rabu (3/2/2021), hingga kini masih berlanjut.


Informasi sementara dari Kapolsek Reok, Ipda Agustian Sura Pratama, Kamis (4/2/2021) pagi, upaya pencarian korban hingga kini masih terus dilakukan. Pihaknya bersama Basarnas, Pol Airud, Koramil dan Nelayan setempat tengah melakukan pencarian dengan menyusuri sungai.


"Hari ini kita tetap melakukan proses pencarian dengan menggunakan kapal-kapal Pol Air dan perahu karet Basarnas untuk menyusuri sungai,” terang Ipda Agustian.


Informasi sementara, kata Ipda Agustian, pagi ini, seorang Nelayan melihat sesuatu di laut wilayah Reok, diduga berupa baju anak-anak. 

Tim Basarnas mengarungi Sungai Wae Pesi untuk mencari korban tenggelam, Kamis (4/2/2021). (Foto: Adrian Paju)

Kita berdoa saja, tadi informasi dari seorang Nelayan, bahwa ada yang melihat baju anak-anak di laut dan saat ini kami sedang bergegas ke lokasi,” imbuhnya.


Ia menambahkan, proses pencarian korban saat ini masih terkendala dengan kondisi air sungai yang keruh serta debit air yang semakin naik.


Diberitakan sebelumnya, peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 17.00 WITA. Setelah selesai melaksanakan piket masjid, korban dan beberapa orang temannya berangkat menuju Sungai Wae Pesi yang letaknya berada di belakang pondok pesantren, untuk mandi bersama sebelum melaksanakan sholat maghrib.


“Mereka mandi dengan cara memegang seutas tali nilon yang terikat pada tiang tangga, dan kemudian melompat ke arah sungai. Seketika itu juga, tali yang terikat pada tiang tangga yang menghubungkan pondok pesantren dengan Sungai Wae Pesi itu terlepas, sehinga mereka terbawa arus sungai,” ungkap Ipda Agustian.