Iklan


 

Valerius Isnoho
17 Feb 2021, 15.29 WIB
HeadlineHukrim

Penuhi Panggilan Kejari Manggarai, Yoseph Tote: Tanggung Jawab Proyek Ada di OPD

Mantan Bupati Matim, Yoseph Tote, saat ditemui sejumla awak media di Kejari Manggarai, Rabu (17/2/2021). (Foto: Valerius Isnoho)


Manggarai, Floreseditorial.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan pemeriksaan terhadap mantan Bupati Manggarai Timur (Matim) Periode 2008-2019, Yoseph Tote, pada Rabu (17/2/2021).


Mantan Bupati Matim, Yoseph Tote, tiba di Kejari Manggarai pada pukul 09.52 WITA.


Sementara itu, Kepala Kejari Manggarai, Yoni Pristiawan Artanto, melalui Pemeriksa Kejari, Iwan Gustiawan, membenarkan perihal pemeriksaan, Yoseph Tote, tersebut.


"Per hari ini, total ada tiga orang yang diperiksa yaitu, mantan Bupati Matim, Yoseph Tote (YT), mantan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Matim, Fansi Jahang (FJ), dan Direktur CV. WO salah satu Kontraktor Pelaksana, (AG)," terang Iwan.


Pemeriksaan tersebut, lanjut Iwan, untuk dimintai keterangan terkait dugaan penyimpangan proyek pembangunan Terminal Kembur dan Tambatan Perahu di Pota dan Dampek di Kabupaten Matim.


"Sedangkan mantan Kadishub Matim, FJ, sudah konfirmasi ke pihak Kejari Manggarai atas ketidakhadirannya, karena adanya kegiatan di Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai," jelas Iwan.


Diberitakan media ini sebelumnya, proyek pembangunan Terminal Kembur tersebut dibangun dengan anggaran Rp 1.177. 864 Miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) II Kabupaten Matim tahun 2014. 


Namun hingga kini, Terminal Kembur itu belum juga difungsikan. Selain itu, bangunan tersebut hingga kini belum di Provisional Hand Over (PHO) oleh dinas terkait.


Demikian pun proyek bangunan Tambatan Perahu di Pota, yang menelan anggaran senilai Rp 1.627.923 Miliar, yang dikerjakan oleh CV. Wae Loseng itu, juga tak pernah difungsikan. Bahkan, bangunan tersebut telah roboh diterjang ombak, setahun usai dikerjakan.


Sementara itu, mantan Bupati Matim, Yoseph Tote, usai diperiksa, menyampaikan, pihaknya hadir bukan untuk diperiksa.


"Hari ini saya dipanggil untuk meminta keterangan terkait kasus Terminal Kembur dengan Tambatan Perahu di Pota, Kecamatan Sambi Rampas," kata Yoseph Tote.


Ia menambahkan, jika soal kebijakan umum, hal itu memang tanggung jawab Bupati. Namun jika soal pelaksanaan tanggung jawab Organisasi Perangkat Daerah (OPD) saat itu, di mana tiga item proyek tersebut dilakukan melalui tahapan perencanaan dan pembahasan di lembaga DPRD Kabupaten Matim, pada saat perencanaan itu, semua DPRD Kabupaten Matim setuju untuk bangun Terminal Kembur dengan Tambatan Perahu. 


"Kalau ada persoalan teknis seperti ini, sebenarnya bukan tanggung jawab Bupati, karena Bupati tidak ada urusan dengan bagian teknis, itu ranahnya SPKP. Bupati hanya pada ranah kebijakan umum saja," tegas Yoseph Tote.


Sementara terkait pembelian tanah untuk bangun Terminal Kembur, jelas Yoseph, menggunakan uang daerah.


"Total jumlahnya saya sudah lupa," tukasnya.