SWAPE UP UNTUK MEMBACA ARTIKEL
Peringati HPN 2021, PWMB Bagikan 5.000 Masker

Iklan

FEC Media
9 Feb 2021, 13.51 WIB
News

Peringati HPN 2021, PWMB Bagikan 5.000 Masker

 
PWMB membagikan 5.000 masker pada peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2021. (Foto: Ist)

Manggarai Barat, Floreseditorial.com – Peringati Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2021, Perhimpunan Wartawan Manggarai Barat (PWMB) membagikan 5.000 masker kepada masyarakat di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (9/2/2021).

Kegiatan bagi-bagi masker tersebut, sebagai bentuk kepedulian terhadap pandemi covid-19 di Kabupaten Mabar. Di mana jumlah kasus covid-19 di kabupaten tersebut, semakin hari semakin meningkat. Saat ini, jumlah pasien covid-19 di Kabupaten Mabar berjumlah 414 orang, dan yang meninggal dunia mencapai 12 orang.

Ketua PWMB, Gerasimos Satria, menyampaikan, tugas memutus mata rantai penyebaran covid-19 bukan saja tugas pemerintah, tetapi tugas semua elemen atau kelompok masyarakat. 

"Karenanya, PWMB mengajak masyatakat di Labuan Bajo, untuk terus bergerak memutus mata rantai penyebaran covid-19," ungkap Satria di Labuan Bajo, Selasa (9/2/2021).

Ia juga menyampaikan, kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Mabar agar tidak tidur dan serius mengurus masalah covid-19. Pihaknya menilai, Pemda Kabupaten Mabat saat ini tidak ada keseriusan mengurus mata rantai covid-19. 

"Perlu ketegasan dari Pemda Kabupaten Mabar untuk intens melakukan patroli keliling wilayah, untuk mengecek masyarakat yang tidak mentaati Protokol Kesehatan," tegasnya.

Ia menambahkan, pada HPN 2021 ini, PWMB mengajak masyarakat di Kabupaten Mabar, untuk bergerak memutus mata rantai penyebaran covid-19, dengar tetap mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) yakni, memakai masker saat berada di pusat keramaian, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Menurutnya, PWMB akan terus bekerja sama dengan elemen masyarakat, membangun solidaritas dan menjaga kesadaran diri bahwa covid-19 bukan hanya persoalan Pemda Kabupaten Mabar, tetapi persoalan bersama.

“Wartawan sangat rentan terpapar covid-19. Pekerjaan Wartawan sangat riskan, karena harus menyajikan berita yang faktual dan berimbang terkait covid-19. Di lain sisi, perusahan media meminta berita harus dikirim sesuai deadline, sedangkan dilapangan, keselamatan kerja bagi Jurnalis ditengah pandemi tidak begitu diperhatikan. Sehingga, yang didorong Jurnalis adalah salah satu komponen penting dalam penegakan demokrasi, dan harus masuk kelompok yang rentan terpapar covid-19. Dibutuhkan juga perhatian pemerintah dan perusahan pers terkait keselamatan kerja Pers,” tukas Satria.