Iklan

 


Redaksi Flores Editorial
2 Feb 2021, 15.52 WIB
News

Program Vaksinasi Covid-19, Pemda Matim Anggarkan Rp 20,08 M

 
Sekda Manggarai Timur, Boni Hasudungan Siregar. (Foto: Ist)


Manggarai Timur, Floreseditorial.com - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 20,08 Miliar pada Tahun Anggaran 2021 untuk pengadaan Vaksin Covid-19.


Hal itu disampaikan Sekertaris Daerah (Sekda) Matim, Boni Hasudungan Siregar, pada Selasa (2/2/2021).


Boni menjelaskan, selain yang sudah dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021, Pemda Matim juga sedang melakukan refocusing anggaran khusus untuk pelaksanaan Program Vaksinasi.


Sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan (Kemenkeu) Nomor 30/KM.7/2020 tentang Penggunaan Sebagian Dana Alokasi Umum (DAU) atau Dana Bagi Hasil Dalam Rangka Dukungan Pendanaan Program Vaksinasi Covid-19.


"Minimal sebesar 4% dari DAU untuk mendukung Program Vaksinasi ini. Untuk Manggarai Timur, jumlah DAU-nya sebesar Rp 502 Miliar lebih, berarti anggaran untuk vaksinasi minimal sebesar Rp 20,08 Miliar," ungkap Boni 



Terkait rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT untuk membangun Laboratorium PCR di Flores dan Sumba, dilakukan setelah angka covid-19 sudah menembus 5.000 lebih. Sementara di Laboratorium PCR milik RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang, persoalan ketiadaan reagen terus terjadi.


Rencana tersebut turut mendapat dukungan Sekda Matim, Boni Hasudinhan. Ia berharap, rencana tersebut terealisasikan, agar hasil Swab PCR pasien lebih cepat diperoleh.



“Kalau ada di Flores, maka harapannya hasil Swab PCR dapat lebih cepat diperoleh, sehingga dapat lebih cepat dalam penanganan pasien covid-19. Selama ini, Laboratorium PCR terbatas, sehingga harus menunggu hasil pemeriksaan Swab PCR di RSUD Johannes Kupang, tujuh sampai sepuluh hari. Tetapi belakangan, khususnya di bulan Januari 2021, karena meningkatnya sample swab yang masuk, menunggunya bisa lebih lama lagi, bahkan terakhir kesulitan sehingga Pemda Matim mengirim sebagian sample ke Surabaya,” papar Boni.


Ia menyampaikan, saat ini, pihaknya masih menunggu hasil swab yang diperiksa di Laboratorium PCR di RSUD Johannes Kupang sebanyak 27 sampel, dan dari BBTKL Surabaya sebanyak 50 swab.


“Terkait waktu menunggu hasil PCR dari Kupang, yang dari Kupang bervariasi. Khusus untuk sample terakhir yang dikirim ke Kupang sebanyak 25 sample, pada 19 Januari 2021 atau sudah tiga minggu dan sampai saat ini masih menunggu hasilnya. Sedangkan 50 sample yang dikirim ke BBTKL Surabaya (via Labkes Kupang) baru dua hari, karena baru dikirim tanggal 30 Januari 2021,” terangnya.


Hingga saat ini, jumlah seluruh sampel yang dikirim sebanyak 380 sampel. Pengirimannya tidak dilakukan setiap hari, tapi sesuai perkembangan kasus.